12 July 2024

SinarHarapan.id-Berkarya tidak mengenal waktu dan kondisi. Apapun keadaannya bila ditekuni akan menghasilkan karya yang bernilai dan mengagumkan.

Ini dibuktikan oleh Daffa Airotama Kumara (Daffa), pemuda kelahiran 25 tahun silam yang menggelar pameran tunggal lukisan di Mitra Hadiprana Boutique and Mall (lantai 1), JI. Kemang Raya No.30, Jakarta Selatan, mulai 13-28 Januari 2024 mendatang.

Pameran tunggal Daffa kali ini mengusung tema “Menelusuri Keindahan Malam Jakarta”. Daffa adalah seniman muda yang berbakat dalam bimbingan Toto “Credo Art Space”, Jatibening. Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, perjalanan artistik Daffa mencapai puncaknya dalam sebuah pameran yang memukau berjudul ” JAKARTA, Dalam Pelukan Malam.”

Dalam pameran ini akan dipamerkan karya seni Daffa yang menangkap daya tarik ajaib dan misteri ibukota saat malam hari.

Toto menjelaskan, terdapat 30 lukisan yang dipamerkan dan hampir semuanya tentang Jakarta di malam hari.(13/1/2023)

Daffa, individu dengan autisme, meruntuhkan batasan dengan kreativitas tanpa batasnya, memberikan penghormatan unik pada Jakarta. Melalui sapuan kuasnya, ia menjelajahi jiwa kota yang tak pernah tidur. Tagline pameran “Bersama Kita Terhanyut dalam Keindahan Malam Kota Jakarta” mencerminkan inti dari pameran ini. Karya-karya Daffa menawarkan perspektif unik, menjelajahi semangat dan dinamika kota saat malam hari.

Iwan, Toto "Credo Art Space" dan Pelukis Daffa di depan karya lukisan dalam pameran tunggal Daffa yang bertemakan "JAKARTA, Dalam Pelukan Malam."(RedI)
Iwan, Toto “Credo Art Space” dan Pelukis Daffa di depan karya lukisan dalam pameran tunggal Daffa yang bertemakan “JAKARTA, Dalam Pelukan Malam.”(RedI)

Passion dan cinta Daffa menciptakan simfoni visual yang merayakan pesona Jakarta di saat malam tiba,” ungkap Edo Makarim, Pendiri Credo art Space sebagai pihak Penyelenggara kegiatan ini.

Pameran ini telah disiapkan sejak tiga bulan lalu, ungkap Toto. Toto menambahkan aliran seni lukis Daffa lebih ke naif namun dekoratif. Daffa juga gemar melukis potret lalu diubah ke karikatur namun tetap bernilai ekspresif.

Kegemaran Daffa melukis telah dimulai sejak berusia 14 tahun. Saya menyiapkan kuas, cat hingga kanvas untuk keperluan melukisnya, ujar Iwan, orangtua Daffa.