BaliGaya HidupHeadlineNetwork

Pullman Bali Legian Beach Hadirkan Kolaborasi Seni, Fesyen, dan Musik Lewat PULLMAN XCHANGE

×

Pullman Bali Legian Beach Hadirkan Kolaborasi Seni, Fesyen, dan Musik Lewat PULLMAN XCHANGE

Sebarkan artikel ini

Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan seniman dan pelaku industri kreatif untuk menampilkan beragam ekspresi artistik dalam satu panggung.

BALI (SinarHarapan.id) – Pullman Bali Legian Beach menghadirkan kolaborasi seni, fesyen, tari, dan musik melalui pameran tahunan bertajuk PULLMAN XCHANGE: Symphony of Elements, Jumat (23/10). Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan seniman dan pelaku industri kreatif untuk menampilkan beragam ekspresi artistik dalam satu panggung.

Berkolaborasi dengan Komunitas Seni Mangurupa, pameran yang berlangsung di Alun-Alun Garden Pullman Bali Legian Beach tersebut memadukan seni lukis, patung, fesyen, tari kontemporer, dan musik. Beragam karya ditampilkan melalui eksplorasi warna, bentuk, material, serta perspektif artistik.

Pameran ini berada di bawah arahan Ketua Umum Komunitas Seni Mangurupa, Dewa Putu Ardana, dengan Ida Bagus Putu Radnyana sebagai Exhibition Project Lead. Sejumlah karya seniman Mangurupa turut dipamerkan, termasuk karya dua seniman Indonesia dengan rekam jejak internasional, Tatang Budi Santoso dan I Ketut Putrayasa.

Tatang dikenal melalui karya-karya dengan narasi visual simbolis dan reflektif. Ia pernah berpartisipasi dalam Olympic Fine Arts 2008 di Beijing dan The 6th Beijing International Art Biennale. Karyanya berjudul Borderless juga menjadi bagian dari koleksi Olympic Museum di Lausanne, Swiss.

Sementara itu, pematung Bali I Ketut Putrayasa telah terlibat dalam berbagai proyek dan pameran di Belgia, Prancis, Singapura, hingga Turki. Salah satu karya monumentalnya, The Octopus Queen, merupakan instalasi bambu setinggi 25 meter yang mencatatkan rekor MURI pada 2025 sebagai patung terbesar dari anyaman bambu di Indonesia.

Putrayasa juga terlibat dalam pertunjukan Kecak kolosal yang melibatkan 5.555 penari di Pantai Berawa dan memperoleh pengakuan MURI pada 2018.

Selain seni rupa, PULLMAN XCHANGE menghadirkan pertunjukan tari kontemporer dari Dance Generation, kelompok tari asal Bali yang mencapai babak perempat final Indonesia’s Got Talent 2023.

Unsur fesyen ditampilkan melalui koleksi Debz Collections dan EP Art by Eka Plawa. Presentasi busana melibatkan model-model dengan koreografi dari Lenny Hartono Management, yang memiliki pengalaman tampil dalam sejumlah ajang internasional, termasuk New York Fashion Week 2023, Bali International Fashion Festival 2023, dan Miss Teenager Universe 2024.

EP Art by Eka Plawa turut memadukan elemen tradisional dan kontemporer Bali melalui kostum, arahan artistik, serta presentasi panggung. Sementara itu, DJ Herllyna melengkapi rangkaian acara melalui pertunjukan musik.

General Manager Pullman Bali Legian Beach, Ravi Khubchandani, mengatakan PULLMAN XCHANGE menjadi ruang pertemuan berbagai disiplin kreatif untuk membangun koneksi dan menghadirkan perspektif baru.

Menurutnya, setiap seniman dan disiplin seni memiliki karakter masing-masing. Namun, ketika dipertemukan dalam satu ruang, keberagaman tersebut dapat menghasilkan pengalaman kreatif yang lebih luas dan bermakna.

Melalui kegiatan ini, Pullman Bali Legian Beach juga berupaya mendukung perkembangan kreativitas seniman Indonesia sekaligus mempererat hubungan dengan komunitas seni dan para tamu.

Pameran tidak hanya berlangsung saat malam pembukaan. Sejumlah karya lukis dan patung pilihan tetap dipajang di area lobi Pullman Bali Legian Beach sehingga dapat dinikmati para tamu selama menginap.

Penulis: Dhanis