BALI (SinarHarapan.id) – PT Labda Anugerah Tekstil mendorong daya saing industri tekstil nasional melalui inovasi, kolaborasi lintas sektor, dan penerapan prinsip keberlanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Labdanation Fashion Week Season III yang digelar pada Rabu (28/10), bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.
Mengusung tema “Threads of Legacy: The Grand Collaborative Certified Sustainable Textile Fashion Show, A Historic Journey Towards the Guinness World Records”, kegiatan ini menghadirkan peragaan busana berbahan tekstil bersertifikasi internasional. Ajang tersebut sekaligus menjadi upaya perusahaan untuk mencatatkan rekor dunia Guinness World Records dalam kategori peragaan busana berbahan tekstil bersertifikasi yang mengedepankan keberlanjutan.
Direktur Utama PT Labda Anugerah Tekstil, Yusak Samadji Pranoto, S.E., mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap inovasi dan keberlanjutan sejak didirikan pada 2020.
“Sejak 2020, Labda tidak pernah berhenti berinovasi. Labdanation Fashion Week Season III dan upaya pemecahan rekor dunia Guinness ini membuktikan bahwa industri Indonesia mampu bangkit dan bersaing di pasar global. Ini bukan hanya tentang Labda, tetapi tentang membawa nama Indonesia ke panggung dunia melalui praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Yusak.
Direktur Operasional PT Labda Anugerah Tekstil, Wijaya Ng, S.E., A.Md., M.Kom., menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam memperkuat posisi industri tekstil nasional di pasar internasional. Kegiatan ini melibatkan desainer, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat untuk membangun ekosistem tekstil berkelanjutan.
“Rekor dunia ini akan menjadi bukti nyata kekuatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kualitas, efisiensi, dan keberlanjutan dapat berjalan seiring,” kata Wijaya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian perusahaan, tetapi juga kontribusi bersama untuk mengharumkan nama Indonesia. Menurutnya, potensi industri tekstil nasional perlu didukung keberanian berinovasi, kolaborasi, serta penerapan standar internasional.
Wijaya juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan peluang pasar global dengan mengedepankan kreativitas, tanggung jawab, dan integritas. Ia menilai, generasi muda memiliki peran penting dalam mengembangkan produk lokal agar mampu bersaing di pasar internasional.
Momentum Hari Sumpah Pemuda, lanjutnya, menjadi pengingat pentingnya persatuan dan kerja sama dalam menghasilkan karya yang berdampak luas.
“Labdanation Fashion Week Season III adalah wujud semangat Sumpah Pemuda di era modern. Generasi muda Indonesia harus berani bersatu, berkolaborasi, dan berinovasi untuk membawa nama bangsa ke panggung dunia dengan integritas dan tanggung jawab,” tegasnya.
PT Labda Anugerah Tekstil mencatat empat Rekor MURI dan memiliki sejumlah sertifikasi, antara lain ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, ISO 27001, OEKO-TEX Standard 100, OEKO-TEX STeP, serta Sertifikat Industri Hijau. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengembangkan praktik industri tekstil yang memperhatikan kualitas, keselamatan, dan aspek lingkungan.
Melalui Labdanation Fashion Week Season III, perusahaan berharap kolaborasi lintas sektor dapat semakin memperkuat industri tekstil berkelanjutan Indonesia dan membuka peluang lebih luas bagi produk lokal untuk menembus pasar global.
PT Labda Anugerah Tekstil didirikan pada 2020 di Denpasar, Bali. Perusahaan ini menyatakan sebagai perusahaan digital printing tekstil pertama di Indonesia yang bersertifikasi OEKO-TEX STeP. Labda berkomitmen menghasilkan tekstil berkualitas tinggi melalui teknologi ramah lingkungan, mendukung ekonomi sirkular, serta menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.












