23 July 2024

Prabowo Subianto bertemu dengan Menlu AS Antony J. Blinken di Amman, Yordania, Selasa (11/6). (Foto: Gerindra)

SinarHarapan.id – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto membahas masalah gencatan senjata di Gaza dalam pertemuan dengan  Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony John Blinken, di Amman, Yordania, Selasa (11/6).

Pertemuan keduanya itu dilakukan setelah Prabowo menjadi pembicara di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tanggap darurat Gaza ‘Call for Action: Urgent Humanitarian Response for Gaza’.

Prabowo  menegaskan sikap Indonesia yang menyambut baik diadopsinya Resolusi DK PBB 2735 yang diusulkan Presiden AS Biden dengan proposal tiga fase untuk gencatan senjata permanen di Gaza. Indonesia juga turut mengapresiasi upaya mediasi yang dilakukan Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar.

“Indonesia siap bekerja sama dengan Amerika, Mesir, dan Qatar untuk memastikan perundingan tetap berjalan serta mewujudkan gencatan senjata permanen dan perdamaian yang adil dan abadi di Palestina. Gencatan senjata yang segera, penuh, dan menyeluruh sangat penting untuk menghidupkan kembali proses perdamaian,” kata Prabowo.

Dalam pertemuan dengan Menlu AS tersebut,  Prabowo menegaskan pentingnya dukungan internasional bagi Palestina.

Prabowo menekankan urgensi dukungan internasional guna  mewujudkan status kenegaraan dan pembangunan bangsa Palestina, termasuk memperkuat pemerintahannya, memberikan bantuan untuk pemulihan, dan menuju keanggotaannya di PBB.

Pada pertemuan bilateral RI-AS tersebut, Menlu Blinken menyatakan terima kasih  atas dukungan Indonesia soal proposal gencatan senjata.

“Terima kasih kepada Menteri Pertahanan atas dukungan Indonesia terhadap usulan untuk segera mencapai gencatan senjata di Gaza dan menjamin pembebasan semua sandera,” kata Blinken kepada Prabowo.

Di akhir pertemuan, Blinken kembali mengucapkan selamat kepada Prabowo atas kemenangan yang diraih sebagai Presiden RI terpilih dalam Pemilu 2024-2029. Menlu AS tersebut kembali  menegaskan komitmen Amerika Serikat untuk melaksanakan Kemitraan Strategis Komprehensif AS-Indonesia. (nat)