18 June 2024

Foto: Ilustrasi.

StockReview.id – PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI), produsen dan distributor beras, optimistis dapat meningkatkan laba bersih pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini ditopang oleh penambahan populasi yang mendongkrak permintaan beras.

Selain itu, permintaan beras khusus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya kesadaran hidup sehat masyarakat. Ini membuka peluang bagi perseroan untuk merebut pasar yang lebih besar.

Perseroan menargetkan penjualan tumbuh 10% menjadi Rp 87 miliar pada 2024, dibandingkan tahun lalu Rp 79 miliar. Sedangkan laba bersih ditargetkan naik 618% menjadi Rp 2,6 miliar dari Rp 362 juta.

Direktur Utama WIM Piero Mustafa menyatakan, perseroan akan memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan dan menambah fokus yang lebih besar kepada segmen pelanggan dengan margin keuntungan yang lebih besar semisal restoran untuk memacu kinerja keuangan dan operasional.

Kemudian, melakukan penetrasi yang lebih luas dan dalam ke pasar tradisional (general trade), meningkatkan efisiensi di bagian produksi dan operasional, serta meningkatkan dan memperkuat praktik good corporate governance (GCG).

Perseroan juga akan menerapkan sejumlah strategi untuk menggenjot kinerja keuangan, seperti memberikan pelayanan terbaik dengan upaya maksimal, melakukan kontrol kualitas bahan baku yang ketat, memaksimalkan penggunaan mesin berteknologi tinggi, mempertahankan penggunaan teknologi pengemasan modern.

“Selanjutnya, perseroan menyediakan produk beras dengan pilihan yang bervariasi, memperluas produk private label dan customized, memastikan semua produk beras memiliki izin jual dan izin edar, memperluas area pemasaran, memperluas kerja sama pertanian plasma,” kata Piero dalam keterangannya, Senin (3/6).

Piero menambahkan, kendala dan tantangan yang dihadapi perseroan tahun 2024 adalah kendala siklis yang berulang setiap tahunnya, yakni gejolak pasokan dan harga beras, peningkatan biaya operasional, khususnya biaya pengiriman (transportasi), serta kecukupan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) perseroan.

Sejalan dengan itu, Piero mengungkapkan, perseroan akan memonitor secara rutin dan ketat kondisi panen di berbagai sentra produksi padi dan pasokan beras di pasaran dan secara dini dan mengatur persediaan bahan baku beras untuk mengantisipasi kemungkinan kurang baik yang dapat terjadi.

“Perseroan juga akan melakukan pengaturan rute dan jadwal pengiriman supaya lebih efisien. Perseroan akan memberikan berbagai pelatihan yang tepat akan terus diberikan kepada karyawan secara berkelanjutan,” ujar dia