17 June 2024

StockReview.id – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) melihat prospek kinerja positif di sisa tahun 2024. Meskipun belum terlihat di kuartal pertama, namun pihaknya meyakini tren pertumbuhan selalu lebih pesat di semester kedua setiap tahunnya.

Merujuk laporan keuangan, pendapatan SMBR naik tipis 0,58% (YoY) menjadi Rp 432,48 miliar pada kuartal pertama 2024, dibandingkan Rp 429,95 miliar di periode yang sama tahun lalu. Pendapatan tersebut meliputi penjualan pada pihak ketiga sebesar Rp 2,64 miliar. Kemudian pendapatan pada pihak berelasi sebanyak Rp 432,48 miliar.

 

“Di samping karena curah hujan yang cukup tinggi di beberapa wilayah, momen panjangnya hari libur juga turut mempengaruhi permintaan,” ungkap Hari.

Adapun, pada tahun ini, SMBR mengincar volume penjualan semen sebesar 2,7 juta ton di 2024, atau meningkat sekitar 24% secara tahunan. Untuk mencapainya, SMBR akan terus bersinergi dengan Semen Indonesia Group (SIG) untuk terus memantapkan strategi demi memenangkan pasar.

Menurut Hari, salah satu faktor yang menumbuhkan optimisme perusahaan terhadap pertumbuhan tahun ini adalah tahun politik yang berpotensi membangkitkan kembali pertumbuhan sektor konstruksi nasional.

Di sampung itu, integrasi antara SMBR dan SIG juga memberikan ruang gerak baik dalam meningkatkan efisiensi operasional, maupun dalam strategi distribusi dan pemasaran yang lebih kompetitif.

“Sehingga Sinergi bersama SIG ini dapat meningkatkan penetrasi pasar dan meningkatkan penjualan dari tahun sebelumnya,” tuturnya.

Pada tahun ini SMBR menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) Rp 116 miliar di 2024. Hingga kuartal pertama lalu, SMBR sudah merealisasikan belanja modal sebesar Rp 27,3 miliar untuk mendukung bisnis perseroan dan investasi rutin guna meningkatkan optimalisasi dan efisiensi pabrik serta pengembangan tambang.

Hingga akhir Maret lalu, SMBR mengantongi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 5,07 miliar atau lebih rendah 47,62% dibandingkan sebelumnya Rp 9,69 miliar pada akhir Maret 2023.