GianyarHeadlineNetwork

Dekranasda Gianyar Sempurnakan Buku Kerajinan Wastra dan Logam

×

Dekranasda Gianyar Sempurnakan Buku Kerajinan Wastra dan Logam

Sebarkan artikel ini

Dokumentasi kekayaan kerajinan daerah tidak cukup hanya mencatat hasil karya. Sejarah, teknik pembuatan, nilai filosofis, hingga aspek ekonomi juga perlu dicatat secara utuh.

VALIDASI - Penyempurnaan dan validasi draft Buku Kerajinan Wastra dan Logam Kabupaten Gianyar melalui FGD di ISI Bali, Denpasar.

BALI (SinarHarapan.id) – Pemerintah Kabupaten Gianyar bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Gianyar memvalidasi dan menyempurnakan draft Buku Kerajinan Wastra dan Logam Kabupaten Gianyar. Kegiatan dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) di Auditorium Kirtya Sabha Mahotama, Gedung Citta Kelangen, ISI Bali, Denpasar, Jumat (18/9).

FGD melibatkan akademisi Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Tim Organisasi Kelitbangan, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, perajin, serta pelaku usaha seni. Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan dokumentasi kekayaan kerajinan daerah tidak cukup hanya mencatat hasil karya. Sejarah, teknik pembuatan, nilai filosofis, hingga aspek ekonomi juga perlu dicatat secara utuh.

“Melalui FGD ini kita ingin memastikan keabsahan dan ketepatan isi buku, sekaligus mendapatkan masukan dari para pihak yang memahami kerajinan secara langsung,” ujarnya.

Menurut Surya Adnyani, keterlibatan perajin dan pelaku usaha penting karena mereka memiliki pengetahuan praktis mengenai motif, pengembangan produk, pemasaran, serta tantangan industri kreatif.

Gianyar telah mendapat pengakuan sebagai World Craft City atau Kota Kerajinan Dunia dari World Crafts Council (WCC) sejak 2018. Wastra dan kerajinan logam dinilai tidak hanya memiliki nilai adat dan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan, buku tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai arsip, tetapi menjadi referensi bagi generasi muda, peneliti, dan pengambil kebijakan.

“Kerajinan bukan hanya tentang seni dan budaya, tetapi juga menyangkut usaha, lapangan pekerjaan, dan kesejahteraan masyarakat. Pelestarian harus berjalan bersama pengembangan ekonomi, inovasi, dan peningkatan daya saing tanpa kehilangan identitas budaya Gianyar,” tegasnya.

Seluruh masukan FGD selanjutnya dirangkum tim penyusun untuk menyempurnakan buku sebelum diterbitkan dan didistribusikan sebagai referensi publik.