BALI (SinarHarapan.id) – Potensi UMKM Bali kembali mendapat panggung di tingkat nasional melalui Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Sebanyak 45 UMKM binaan dan mitra Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali ambil bagian dalam ajang yang digelar di Jakarta tersebut.
KKI 2026 berlangsung 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing” ini menjadi wadah untuk memperkuat daya saing, akses pembiayaan, digitalisasi, serta perluasan pasar UMKM.
Bank Indonesia menyelenggarakan KKI 2026 dengan menggandeng 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis. Tahun ini, lebih dari 550 UMKM berpartisipasi secara luring, sedangkan pameran daring melalui platform KKI melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.
KPw Bank Indonesia Provinsi Bali turut membawa sejumlah UMKM binaan dan mitra dalam berbagai kategori. Partisipasi tersebut meliputi lima UMKM wastra, dua UMKM jewelry, satu UMKM aksesori, satu desa wisata, serta lima UMKM makanan dan minuman olahan melalui sistem toko retail.
Selain itu, Fortuna Songket Sidemen tampil dalam Hall of Inspiration dengan produk Songket Bali. Sementara Akasa Coffee, Padma Herbal, dan Rotenbi menjadi bagian dari Bingkisan Nusantara sebagai suvenir KKI.
Sebanyak 18 UMKM Bali juga mengikuti Business Matching dengan sistem hybrid. KPw BI Bali berharap keterlibatan tersebut dapat memperluas akses pasar, memperkuat jejaring bisnis, serta meningkatkan daya saing produk UMKM Bali di pasar nasional maupun global.
Dari sisi ekonomi daerah, perekonomian Bali pada triwulan II 2026 tumbuh 5,78 persen secara tahunan (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,58 persen. Pertumbuhan ekonomi Bali tersebut juga berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani mengatakan, partisipasi Bali dalam KKI 2026 merupakan bagian dari upaya mendorong pengembangan UMKM yang berkelanjutan dan berdaya saing, khususnya melalui pengembangan wastra dan kerajinan berbasis kekayaan budaya Nusantara.
Selain pameran dan business matching, perwakilan BI Bali juga berpartisipasi dalam program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu Bank Indonesia 2026 melalui Championship Pejuang Kopi Nusantara (CANGKIR) Barista dan Championship Inovasi Wastra Nusantara (CITRA NUSA).
Keikutsertaan UMKM Bali dalam KKI 2026 diharapkan semakin membuka peluang pemasaran produk lokal sekaligus memperkuat posisi UMKM Bali di pasar nasional dan global.












