BaliEkonomiHeadlineNetworkTravel

HRCON 2026 Perkuat Kesiapan Talenta Hospitality Bali Hadapi Transformasi AI

×

HRCON 2026 Perkuat Kesiapan Talenta Hospitality Bali Hadapi Transformasi AI

Sebarkan artikel ini

BALI (SinarHarapan.id) – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), industri hospitality Bali dituntut tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga semakin kuat dalam menyiapkan talenta yang memiliki karakter, purpose, inovasi, dan kemampuan memimpin perubahan. Pesan tersebut mengemuka dalam HRCON 2026 yang mempertemukan lebih dari 300 praktisi Human Resources (HR) hospitality dari berbagai daerah di Indonesia.

Mengusung tema “Human Capital for the Next Era of Hospitality” dan semangat “Lead. Innovate. Humanize.”, HRCON 2026 digelar untuk mendorong praktisi HR bergerak dari purpose, mindset, dan inovasi menuju workforce readiness serta dampak nyata bagi organisasi dan industri.

Kegiatan yang berlangsung di Unggasan, Badung, Sabtu (15/8), dibuka melalui opening act “Suara yang Menyalakan Masa Depan”. Suara panitia dari berbagai penjuru ballroom menyuarakan tantangan talenta, perubahan teknologi, keberanian meninggalkan cara lama, serta pentingnya mempertahankan sisi manusia di tengah transformasi.

Ketua Human Resources Association (HRA) Bali, Vira Risnayani, mengatakan HRCON tahun ini dihadiri lebih dari 300 peserta dari kalangan human resources hospitality dari berbagai wilayah Indonesia.

“Ini merupakan tahun kesembilan HRCON sejak 2017. Peserta berasal dari Bali, Jakarta, Surabaya, Lombok, Balikpapan dan berbagai kota di Bali,” ujar Vira.

Menurutnya, tema tahun ini menegaskan posisi human resources sebagai penggerak utama dalam membawa potensi industri hospitality menuju level berikutnya.

“Sebagai human being, kita memiliki kekuatan berupa rasa, asa dan karakter yang tidak akan tergantikan oleh AI. Di sinilah kita berkumpul untuk menyatukan visi dan langkah ke depan, apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari agar tetap mengedepankan kemanusiaan sebagai daya saing utama di dunia hospitality,” tegasnya.

Dalam salah satu sesi, Puan Rina Sarif melalui “From Identity to Impact: Winning the AI Era Through Purpose & Human Potential” menekankan pentingnya identitas, purpose, karakter, dan potensi manusia sebagai fondasi menghadapi era AI.

Pembahasan kemudian berlanjut pada kepemimpinan dan kesiapan organisasi. Gemini Aryanto, M.Si., GPHR, Group Chief People & Culture Officer Kopi Kenangan, membawakan perspektif “Entrepreneurial Leadership Mindset in Service Industry”.

Sementara Nanang Chalid dari Paragon mengangkat tema “Unlocking Growth through People: Win Where Disruption is the ‘New Normal’”, dengan menempatkan people sebagai penggerak pertumbuhan di tengah disrupsi.

Dua strategic panel turut memperdalam isu kesiapan talenta dan kepemimpinan. Panel “From Mindset to Workforce Readiness: Building Talent for the Next Era” membahas kebutuhan talenta yang tidak sekadar siap bekerja, tetapi juga mampu mengambil ownership, memecahkan masalah, berinovasi, dan menciptakan nilai.

Sedangkan panel “Create Clarity, Reach for Impact” menyoroti pentingnya clarity bagi pemimpin dalam menghadapi perubahan. Kejelasan tersebut dibangun melalui purpose dan values, proses learn, unlearn, relearn, hingga pemahaman diri melalui konsep IKIGAI.

Setelah sesi utama, peserta mengikuti lunch dan networking sebelum memasuki sembilan concurrent sessions dalam dua round. Beragam topik praktis dibahas, mulai dari intrapreneurial mindset, IKIGAI dalam HR, financial wellbeing, employee experience, corporate health, entrepreneurial mindset dalam HR, leadership dan overthinking, BRAIN Framework, hingga kolaborasi manusia dan AI.

Rangkaian HRCON 2026 ditutup melalui Closing Reflection “Reflect Within, Impact Beyond”. Gus Suranata mengajak peserta merefleksikan pembelajaran dan perubahan perspektif yang diperoleh sepanjang acara. Jacky Mussry kemudian membawa refleksi tersebut menuju tindakan, kontribusi, dan dampak yang lebih luas.

Pesan utama HRCON 2026 pun semakin menguat bahwa ketika teknologi berkembang semakin cepat, industri hospitality membutuhkan manusia yang memiliki purpose, berani berinovasi, siap berubah, mampu memimpin dengan clarity, dan berkomitmen menciptakan dampak.

Sebab, setelah acara berakhir, pekerjaan sesungguhnya justru dimulai dengan membawa pembelajaran kembali kepada people, organization, industry, dan community.

Sementara itu, Senior Director – Talent, Culture & Transformation Danantara, Wiwik Wahyuni, menilai HRA Bali merupakan komunitas yang kuat dan konsisten membangun jejaring.

“Saya tahu ini komunitas yang sangat kuat, terus membangun network sehingga kita bisa belajar satu sama lain. Itu sangat penting karena ilmu HR bukan seperti matematika yang bisa dicopy paste dan dibaca, tetapi kita belajar dari pengalaman orang lain,” tandas Wiwik.