BALI (SinarHarapan.id) – Bambu Indah resmi memperkenalkan diri sebagai destinasi pernikahan premium di Bali melalui wedding showcase perdana bertajuk Enchanted Forest, Whisper of Love. Mengusung konsep yang memadukan keindahan alam, karya seni, dan kemewahan berkelanjutan, ajang ini menghadirkan pengalaman pernikahan yang lebih personal di tengah hutan tropis Ubud sekaligus menandai langkah Bambu Indah membidik pasar destination wedding yang mengutamakan pengalaman autentik.
Untuk menghadirkan pengalaman tersebut, Bambu Indah menggandeng sejumlah nama terkemuka di industri pernikahan Indonesia. John Hardy menghadirkan koleksi perhiasan handmade yang merefleksikan warisan craftsmanship Bali, sementara couturier Hian Tjen mempersembahkan kreasi bridal yang elegan.
Dada Island merangkai instalasi bunga yang terinspirasi dari alam, Surya Tan Makeup melengkapi tampilan bridal dengan sentuhan artistiknya, Kita Poleng memperkaya rangkaian acara melalui pertunjukan tari Bali kontemporer, dan Axioo mengabadikan keseluruhan showcase melalui fotografi dan videografi. Kolaborasi ini merepresentasikan pendekatan kemewahan mendalam yang mengedepankan autentisitas, kreativitas, keahlian seni, dan koneksi yang bermakna.
Dirancang bagi pasangan yang mencari pengalaman pernikahan yang lebih personal dari sekadar venue konvensional, Bambu Indah menampilkan berbagai pilihan area pernikahan yang berada di tengah hutan tropis Bali, aliran sungai, dan lanskap persawahan. Setiap venue memiliki karakter unik, namun tetap terhubung dengan lingkungan sekitarnya, memungkinkan pasangan menciptakan perayaan yang sesuai dengan mimpi dan gaya mereka.
Corporate Director of Marketing Bambu Indah, Green Village Bali & The Kul Kul Farm, Citra Suriah mengatakan, pihaknya ingin menghadirkan pengalaman pernikahan yang lebih dari sekadar seremoni.
“Di Bambu Indah, kami percaya bahwa sebuah pernikahan harus menjadi lebih dari sekadar perayaan yang indah, tetapi sebuah pengalaman bermakna yang menjadi bagian dari perjalanan hidup pasangan,” ujarnya.
Berlokasi di kawasan Sayan, Ubud, Bambu Indah menawarkan beragam pilihan lokasi pernikahan yang berada di tengah hutan tropis, persawahan, dan aliran sungai.
Salah satu venue andalannya adalah Tree House yang mampu menampung hingga 12 tamu dan cocok untuk pernikahan intim maupun elopement. Venue ini bahkan pernah diakui BBC Culture sebagai salah satu rumah pohon paling spektakuler di dunia.
Selain itu terdapat Sunset Pool Area berkapasitas hingga 50 tamu dengan panggung terapung dan panorama matahari terbenam, Yoga Shala yang mampu menampung sekitar 80 tamu dengan akses melalui gua alami, hingga The Island yang dapat mengakomodasi sekitar 100 tamu untuk perayaan berskala lebih besar.
Tak hanya menawarkan lokasi pernikahan, Bambu Indah juga menyediakan pengalaman menginap melalui 24 akomodasi unik berupa rumah bambu buatan tangan serta rumah pengantin antik khas Jawa yang memiliki nilai sejarah.
Selama menginap, tamu dapat menikmati berbagai fasilitas kesehatan seperti kolam mata air alami, sauna kayu bakar, cold plunge, copper hot bath, crystal pool, hingga gua meditasi. Pengalaman tersebut dipadukan dengan konsep farm-to-table dining, termasuk sarapan di tepi Sungai Ayung menggunakan bahan-bahan segar dari kawasan sekitar.
Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas seperti menanam padi, mengenal sistem pertanian Bambu Indah, hingga pengalaman unik cow bathing sebagai bagian dari edukasi mengenai budaya Bali dan praktik hidup berkelanjutan.
Melalui wedding showcase perdana ini, Bambu Indah menargetkan menjadi salah satu destinasi destination wedding yang khas di Bali. Ke depan, tim wedding Bambu Indah akan bekerja sama dengan pasangan dan wedding planner untuk merancang konsep pernikahan yang disesuaikan dengan jumlah tamu, gaya, serta impian masing-masing pasangan, mulai dari upacara intim di tengah hutan hingga resepsi berskala besar dengan latar alam Bali. (*)












