HeadlineTabanan

Dua Paslon Ungkap Cara Atasi Defisit Anggaran dalam Debat Pilbup Tabanan

×

Dua Paslon Ungkap Cara Atasi Defisit Anggaran dalam Debat Pilbup Tabanan

Sebarkan artikel ini

Debat kedua pilbup Kabupaten Tabanan yang digelar di Bali Sunset Road Convention Centre, Denpasar, pada Rabu (13/11) mengangkat tema “Penguatan Pelayanan Publik Secara Berkeadilan dan Berintegritas”.

Kedua Paslon Pilbup Tabananbersama jajaran KPU Tabanan pada debat Pilkada Tabanan, Rabu (13/11).

BALI (SinarHarapan.id) – Debat kedua pilbup Kabupaten Tabanan yang digelar di Bali Sunset Road Convention Centre, Denpasar, pada Rabu (13/11) mengangkat tema “Penguatan Pelayanan Publik Secara Berkeadilan dan Berintegritas”. Masing-masing paslon saling mengungkapkan visi misi termasuk berdebat terkait persoalan di kabupaten daerah lumbung pangan Bali ini.

Debat diawali penyampaian visi misi nomor urut satu Nyoman Mulyadi-I Nyoman Ardika (Mulyadi-Ardika) yang memiliki visi ”Mewujudkan Tabanan Maju dan Sejahtera Tahun 2029” yang salah satu misinya akan diwujudkan dalam bentuk tata kelola pemerintahan Tabanan yang maju dan berintegritas.

Sedangkan Paslon nomor urut dua I Komang Gede Sanjaya-I Made Dirga (Sandi) menyampaikan visi ”Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Tabanan era baru. Itu dimaknai bagaimana membangun Kabupaten Tabanan secara terpola, terintegrasi, dan menyeluruh.

Pembangunan tersebut mencakup lima hal. Yakni, pertama adalah pangan, sandang, papan. Selanjutnya yang kedua adalah pendidikan, dan kesehatan. Ketiga adalah jaminan sosial tenaga kerjaan. Keempat adalah pelestarian adat, agama dan budaya, dan yang kelima adalah pariwisata dan infrastruktur. Dimana kelima hal tersebut berlandaskan juga dengan ajaran Trisakti Bung Karno.

“Kami akan tingkatkan pembangunan manusia yang produktif, berkualitas dan berkepribadian untuk siap kerja dan siap merintis usaha sendiri. Termasuk menjamin hak-hak rakyat serta menjalankan tata pemerintahan daerah yang bersih dan bebas dari korupsi,” ungkap Sanjaya.

Kemudian, terkait menyangkut langkah yang akan ditempuh untuk mengatasi defisit anggaran APBD Kabupaten Tabanan, cabup Nyoman Mulyadi mengatakan, akan melakukan upaya penghematan dana hibah. Selanjutnya Cawabup I Nyoman Ardika menambahkan, pihaknya akan merampingkan struktur pemerintahan dengan menggabungkan antar OPD terkait. Bahkan pihaknya nanti akan membuat master plan dari program kerja berdasarkan empat skala prioritas, yakni, Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Lapangan Pekerjaan.

“Kami juga memiliki 1 program, yaitu bagaimana kita mampu meningkatkan PAD Kabupaten Tabanan di angka Rp 1 triliun,” ujarnya.

Sementara itu terkait hal sama Cabup I Komang Gede Sanjaya mengungkapkan, di dalam pengelolaan keuangan daerah yang terpenting adalah perencanaan, anggarannya, dan pengawasan atau fungsi controlling. Katanya, salah satu untuk mengurangi defisit adalah peningkatan sumber-sumber potensi daerah yang ada di Kabupaten Tabanan.

Selama ini di dalam tata kelola keuangan daerah di Pemerintah Kabupaten Tabanan, defisit adalah sebuah kewajaran dimana yang dimaksud defisit biasanya di akhir tahun di tutup dengan Silpa dan ketentuan itu diatur dalam Permenkeu. Sehingga dalam anggaran APBD selalu balancing dan Paripurna. Tidak ada masalah dalam pengelolaan dana keuangan daerah di Kabupaten Tabanan. Terbukti Tabanan selama 10 kali berturut-turut mendapatkan WTP dari BPK RI.