BALI (SinarHarapan.id) – Hari ini adalah hari yang istimewa bagi Elizabeth International yang telah berdiri sejak 2009, dan tahun ini tepatnya pada tanggal 16 Agustus nanti, genap 17 tahun mengabdi di dunia pelatihan dan pendidikan vokasi hospitality. “Namun baru pada tahun inilah, untuk pertama kalinya, kami menyelenggarakan gathering sebesar ini yang mengumpulkan hampir seluruh Kepala Sekolah SMA dan SMK se-Bali dalam satu ruangan,” ungkap Putu Sri Budani, didampingi Ketua Panitia School Gathering Elizabeth International Ni Kadek Suparheni, S.M. di Denpasar, Rabu (5/8).
Kegiatan ini, tambah Sri Budani, adalah langkah yang sengaja diambil untuk memberikan apresiasi kepada dunia Pendidikan di Bali, khususnya bagi SMA dan SMK. “Selain itu karena kami percaya bahwa selama 17 tahun perjalanan Elizabeth International, sudah saatnya kami melangkah lebih jauh lagi, bersinergi dan membangun kolaborasi yang lebih luas dan lebih bermakna bersama dunia pendidikan di Bali,” tambahnya.
Mulai Tahun Ajaran 2026, Elizabeth International menjadi satu-satunya LPK yang memberikan International Sertification bagi seluruh Mahasiswa-mahasiswinya, dengan menggandeng AHLEI (American Hotel Lodging Education Institute) dari USA. Menurut Director of Elizabeth International, Putu Sri Budani, A.M.Par., S.M., HTS, Elizabeth International sudah menjadi Global Academic Partner dari AHLEI sejak tahun 2020. “Lulusan Elziabeth International di Tahun Ajaran 2026 berhak untuk mencatumkan sertifikasi keahlian dibelakang nama mereka. Mulai dari Certified Restaurant Server, Certified Front Desk Assistant, Certified Guest Room Attendant, Certified Kitchen Cook sampai dengan Certified Gold Service Professional,” papar Sri Budani.
Kegiatan School Gathering 2026 kali mengangkat tema “Collaboration Synergy in
Hospitality Education”. Tema ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan lahir dari
sebuah refleksi atas tantangan yang kita hadapi sekaligus harapan yang kami rasakan
sebagai bagian dari industri pelatihan dan pendidikan vokasi hospitality di Bali.
Bali dikenal dunia sebagai destinasi pariwisata unggulan. Kita pasti menyadari, bahwa
di balik setiap senyum ramah yang menyambut tamu di hotel, di balik setiap hidangan yang tersaji sempurna di restoran, di balik setiap kamar yang tertata rapi, ada proses panjang pendidikan dan pelatihan yang membentuk sumber daya manusia berkualitas. “Dan proses itu kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, dibutuhkan kolaborasi dan sinergi dari semua pihak untuk mempersiapkan talenta-talenta yang kompeten dan dapat diterima oleh Industri,” ujar Sri Budani.
Bagi kebanyakan Lulusan SMK mungkin sudah disiapkan lebih awal untuk bisa bekerja ataupun berwirausaha. Namun tidak sedikit juga lulusan SMK yang memilih untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang berikutnya. Pun Lulusan SMA yang akhirnya tertarik untuk menantang diri mereka untuk memulai perjalanan di Industri Hospitality. Elizabeth International sebagai sebuah Lembaga Pelatihan Kerja hadir untuk mendukung dalam proses ini. Lulusan SMA dan SMK yang ingin melanjutkan Pendidikan mereka ditahap selanjutnya dapat mengikuti pelatihan kerja sebelum masuk ke industri hospitality, di mana tujuannya agar mereka memiliki keterampilan teknis yang spesifik, standar mental dan sikap profesional, serta sertifikasi kompetensi resmi.
Elizabeth International menyediakan ekosistem yang lengkap, mulai dari pelatihan dan Pendidikan, penempatan magang, sertifikasi kompetensi dan juga membantu para lulusan dalam menemukan karir impiannya.
Berbicara mengenai sinergi, pihaknya menyadari bahwa sekolah, Lembaga Pelatihan Kerja
seperti Elizabeth International membutuhkan industri untuk memahami standard
kerja yang sesungguhnya, sementara Industri juga menyiapkan talenta yang siap pakai.
pelayanan meningkat, ekspektasi tamu semakin tinggi, dan teknologi mengubah cara
hotel dan restoran beroperasi. Jika sekolah dan industri berjalan sendiri-sendiri tanpa
saling menyesuaikan, maka jarak antara apa yang diajarkan di kelas dan apa yang
dibutuhkan di lapangan kerja akan semakin lebar.
“Melalui gathering ini, kami berharap tercipta ruang diskusi yang terbuka. Kami ingin
mendengar langsung dari Bapak dan Ibu tantangan apa yang dihadapi sekolah dalam menyiapkan siswa untuk dunia kerja, kebutuhan seperti apa yang sekolah harapkan dari mitra industri, dan peluang kolaborasi apa yang bisa kita bangun bersama ke depannya, baik dalam bentuk program magang, kunjungan industri, pelatihan guru, maupun program sertifikasi,” harap Sri Budani.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan, bukan pertemuan yang berhenti setelah acara ini usai. Karena sinergi yang dibicarakan dalam kegiatan ini hanya akan bermakna jika ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret dari semua sekolah yang hadir.
“Kami mengajak Bapak dan Ibu untuk berpartisipasi aktif, tidak hanya sebagai peserta, tetapi sebagai mitra yang turut merumuskan langkah kolaborasi ke depan. Setiap masukan yang Bapak dan Ibu sampaikan hari ini akan menjadi bahan pertimbangan kami dalam merancang program kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan,” ajaknya.
Sementara itu, Suparheni menyebutkan, kegiatan kali ini dihadiri 140 SMA dan SMk dari seluruh Bali. “Dari jumlah itu yang hadir sekitar 280 orang baik dari kepala sekolah atau guru yang mewakili. Dalam kegiatan ini ada talk show dan workshop serta kami ada apresiasi bagi sekolah yang telah berkontribusi ataupun siswa siswinya yang masuk ke Elizabeth International sebagai ungkapan terima kasih terhadap guru atau kepala sekolah tersebut,” papar Suparheni.












