BaliHeadlineNetwork

Peserta UTBK Unud Hanya 80 Persen dari Bali

×

Peserta UTBK Unud Hanya 80 Persen dari Bali

Sebarkan artikel ini
UJIAN - Para calon mahasiswa sedang mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di kampus Unud, Denpasar, Selasa (21/4). Sekitar 4597 peserta mengikuti ujian yang diselenggarakan dari 21-24 April 2026.

BALI (SinarHarapan.id) – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Udayana (Unud) resmi dimulai, Selasa (21/4). Pada hari pertama ini, sebanyak 4.597 peserta tercatat mengikuti seleksi yang dipusatkan di sejumlah lokasi kampus, termasuk Kampus Sudirman, Denpasar. Dari komposisi peserta, sebagian besar berasal dari Bali dengan persentase lebih dari 80 persen. Pihak universitas berharap seluruh rangkaian pelaksanaan UTBK dapat berjalan lancar dan menghasilkan calon mahasiswa yang berkualitas.

Rektor Unud, I Ketut Sudarsana saat melakukan pemantauan di Kampus Sudirman, Selasa (21/4) mengatakan, pelaksanaan UTBK berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 April 2026. Setiap harinya dibagi dalam dua sesi, kecuali hari terakhir. “Peserta yang mengikuti tes sebanyak 4.597 orang. Pelaksanaan dimulai hari ini hingga 24 April, dengan dua sesi setiap hari,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, pihak universitas menyiapkan total 17 ruang ujian berbasis komputer. Rinciannya, 6 ruangan berada di Kampus Sudirman Denpasar dan 11 ruangan lainnya berlokasi di Kampus Bukit Jimbaran. Selain itu, Unud juga menunjukkan komitmennya terhadap inklusivitas dengan memfasilitasi peserta penyandang disabilitas, khususnya tunanetra atau low vision. Fasilitas khusus disiapkan agar mereka dapat mengikuti seleksi dengan optimal.

“Kami memberikan kesempatan yang sama bagi calon mahasiswa penyandang disabilitas. Untuk peserta tunanetra, pelaksanaan tes akan dilakukan pada sesi terakhir di Kampus Bukit Jimbaran karena membutuhkan fasilitas khusus,” jelasnya.

Lokasi pelaksanaan UTBK tidak menentukan pilihan perguruan tinggi peserta. Artinya, peserta yang mengikuti ujian di Unud belum tentu memilih Unud sebagai tujuan studi, begitu pula sebaliknya. “Tempat seleksi ini hanya untuk mengikuti tes. Pilihan perguruan tinggi tetap bisa di mana saja, tidak harus di Universitas Udayana,” tambahnya.