23 July 2024

Foto: Ilustrasi.

StockReview.id – Kinerja penjualan PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) hingga Mei 2024 menunjukkan stabilitas yang membanggakan. Meskipun tantangan dari peralihan musim ke kemarau yang menghadirkan cuaca panas ekstrem, emiten eksportir buah-buahan itu, optimistis dapat mencapai target penjualan dan laba yang telah ditetapkan untuk akhir tahun ini. Perseroan yakin dapat mencapai laba Rp51 miliar di tahun 2024.

Dalam keterangannya Direktur BUAH, Tony menjelaskan bahwa meskipun cuaca yang panas cenderung menurunkan imun dan metabolisme, permintaan akan buah-buahan tetap tinggi karena masyarakat membutuhkan sumber air dan vitamin yang cukup.

“Kami melihat peralihan musim ini sebagai momentum positif untuk meningkatkan penjualan, terutama untuk buah-buahan yang mengandung kadar air tinggi,” ujarnya.

Menurut Tony, buah-buahan seperti apel, anggur, pear, dan jeruk tetap menjadi kontributor utama dalam penjualan Perseroan. Wilayah Indonesia bagian Barat juga tercatat sebagai zona dengan tingkat penjualan tertinggi untuk produk buah-buahan.

Perseroan meyakini untuk mencapai target laba sebesar Rp51 miliar di tahun 2024 masih dalam jangkauan, dengan pencapaian 39% dari target hingga Mei 2024. Perseroan akan terus berupaya menyediakan buah-buahan berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat.

Dengan strategi yang berfokus pada kualitas produk dan responsif terhadap perubahan musim, Perseroan optimistis dapat melampaui target untuk tahun ini.

Segar Kumala Indonesia (BUAH) membukukan laba bersih pada Quarter 1 2024 sebesar Rp15,5 miliar. Naik 68,5 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023 sebesar Rp9,2 miliar. Dengan demikian, laba bersih per saham setara dengan Rp15,47 per lembar.

Penguatan laba ini juga seiring dengan revenue yang naik 23,4 persen menjadi Rp465,0 miliar dari sebelumnya di Rp376,9 miliar.

Sebelumnya, Segar Kumala juga membidik pertumbuhan penjualan sebesar 13,8% dibandingkan 2023, atau setara Rp2 triliun untuk akhir tahun 2024, dengan laba bersih di target Rp51 miliar. Tercapainya realisasi laba bersih Rp15 miliar hingga triwulan I 2024, sudah lebih dari 25 persen dari target.