21 June 2024
Seluruh produk Mowilex PRO telah tersertifikasi Green Label Indonesia peringkat GOLD dan salah satunya digunakan pada bagian interior Jakarta International Stadium.(Istimewa)

Seluruh produk Mowilex PRO telah tersertifikasi Green Label Indonesia peringkat GOLD dan salah satunya digunakan pada bagian interior Jakarta International Stadium.(Istimewa)

SinarHarapan.id-Untuk ketiga kalinya PT Mowilex Indonesia (Mowilex) berhasil mendapatkan predikat GOLD dari organisasi nirlaba Green Product Council Indonesia (GPCI).

Raihan prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa Mowilex peduli terhadap lingkungan dan memperoleh sertifikasi Green Label Indonesia (GLI).

Sebanyak 17 produk interior dan eksterior Mowilex Professional seluruhnya lolos sertifikasi GLI.

Mowilex berhasil di sejumlah aspek penilaian yang menjadi pertimbangan GPCI dalam memberikan sertifikasi, di antaranya, aspek kualitas produk yang dinyatakan tidak mengandung bahan metal berbahaya seperti logam berat dan timbal, serta telah melalui tahap pengujian kadar VOC (Volatile Organic Compound) dengan nilai VOC sangat rendah dibawah 50g/L yang merupakan batas ketat yang dikeluarkan oleh EPA (Environmental Protection Agency) Amerika Serikat.

Selain itu penilaian juga mencakup penilaian terhadap penghematan konsumsi energi, dimana terjadi penghematan konsumsi listrik perusahaan yang lebih rendah mencapai 25,73% dibandingkan tahun sebelumnya dan penghematan konsumsi air yang mencapai 19.37%  per produksi, penilaian lainnya yang menjadi bahan pertimbangan GPCI termasuk dalam aspek sistem manajemen lingkungan yang telah tersertifikasi ISO 14001, serta pengelolaan limbah dengan menunjuk pihak berijin yang telah sesuai standar PP No.22 Tahun 2022.

Seluruh aspek di atas diuji dan diaudit oleh PT IAPMO Indonesia, yang memverifikasi komitmen dan dokumen resmi perusahaan untuk meminimalisasi dampak lingkungan dalam proses produksi.

Produsen cat dan pelapis premium Mowilex dianggap telah berhasil mengadopsi dan menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab, bahkan juga berdampak positif, pada lingkungan.

Chairman GPCI Yudiono memberi apresiasi atas konsistensi Mowilex sebagai pionir dan pemimpin praktik berkelanjutan di industri ini, juga atas usaha perusahaan untuk terus memberikan yang terbaik bagi konsumen. Saat ini tercatat, produk Mowilex merupakan produk terbanyak di kategori cat yang disertifikasi Green Label Indonesia. “Kita tidak hanya perlu menjadi konsumen cerdas, tetapi juga ikut bertanggung jawab terhadap lingkungan. Karena itu pun, pilihan produk ramah lingkungan dalam produk cat bukan sekadar tentang membuat rumah menjadi indah, tapi juga menjaga keberlangsungan lingkungan yang kita tinggali.”

Pembaruan sertifikasi Green Label Indonesia ini melibatkan 17 produk Mowilex, yang 10 di antaranya adalah produk anyar. Kesepuluh cat baru itu adalah Cendana Pro CN-261, Cendana Pro CX-500, Cendana Pro PC-2000, Cendana Pro PC-3000, Mowilex Pro E-1100, Mowilex Pro I-1500, Mowilex Pro PR-100, Mowilex Pro PR-110, Mowilex Pro PR-210, dan Mowilex Pro WP-1400. Adapun ketujuh produk lainnya adalah Cendana CN 210, Cendana CN 250, Mowilex Pro Exterior E-1200, Mowilex Pro I-1000, Mowilex Pro I-2000, Mowilex Pro I-3000, serta Mowilex Pro I-4000.

Produk-produk berkualitas tinggi dan ramah lingkungan ini digunakan dalam sejumlah proyek-proyek besar skala nasional dan internasional. Sebut saja Jakarta International Stadium (JIS), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, serta Bali International Hospital.

Terkait keberlanjutan, Mowilex tidak hanya menjadi perusahaan manufaktur pertama yang mengantongi sertifikat netral karbon dari Climate Impact Partners. Perusahaan juga meraih sertifikasi Singapore Green Label dari The Singapore Green Labelling Scheme (SGLS) untuk produk-produk retail utama Mowilex.

“Ini membuktikan bahwa Mowilex memiliki produk-produk ramah lingkungan dan berdedikasi tinggi dalam tanggung jawab terhadap lingkungan. Tentunya sertifikasi ini merupakan sebuah bentuk pengakuan atas produk kami yang diproduksi secara bertanggung jawab sejak beroperasi pada 1970.” kata CEO Mowilex, Niko Safavi.