BALI (SinarHarapan.id) – Perayaan HUT ke-16 Kelompok Arisan Keluarga (KAK) Melati di Denpasar dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dan santunan bagi belasan anak yatim piatu, Minggu (6/9). Kegiatan yang digelar di Jalan Nuansa Kori Barat IV/8, Banjar Tegal Kori, Ubung Kaja, Denpasar Utara, tersebut dihadiri sekitar 200 undangan.
Mengusung tema “Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW Meningkatkan Semangat Kita untuk Menebar Kebaikan dan Menjaga Persaudaraan dalam Keberagaman Umat”, kegiatan juga diisi dengan berbagai hiburan untuk anak-anak dan keluarga. Perayaan ini merupakan kolaborasi KAK Melati bersama komunitas Bolo-Bolo Surabaya.
Pembina KAK Melati, Djoko Moeljono, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga silaturahmi dan kebersamaan yang menjadi dasar berdirinya KAK Melati.
“Melati itu kepanjangan dari Menjalin Tali Silaturahmi Tiada Batas. Hari ini kami memperingati ulang tahun ke-16 sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Menurut Djoko, KAK Melati tidak membatasi keanggotaan maupun aktivitas berdasarkan latar belakang tertentu. Hal itu tercermin dari kehadiran para undangan yang berasal dari berbagai kalangan.
“Kami sengaja mengundang lintas agama. Tujuannya supaya tali silaturahmi yang selama ini kami gagas tetap terjaga,” katanya.
KAK Melati berdiri pada 7 Juli 2010 dan kini memiliki sekitar 40 anggota. Selama 16 tahun, komunitas tersebut terus mengembangkan kegiatan yang berorientasi pada kebersamaan dan kepedulian sosial.
Koordinator KAK Melati, Lutfi Hidayati, mengatakan santunan anak yatim merupakan salah satu bentuk kepedulian yang ingin terus dikembangkan.
“Visi dan misi kami sama, yaitu saling berbagi. Hari ini ada santunan dan kami juga dibantu oleh Bolo-Bolo Surabaya,” ungkapnya.
Perayaan HUT ke-16 KAK Melati semakin semarak dengan permainan tanya jawab berhadiah dan pinata bagi anak-anak. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum berkumpul bersama sekaligus mempererat keakraban anggota dan keluarga.
Lutfi berharap kegiatan sosial KAK Melati dapat terus berlanjut dan menjangkau masyarakat yang lebih luas, termasuk panti asuhan dari berbagai latar belakang.
“Ke depan, kami berharap bisa kembali berbagi kepada panti asuhan. Selama ini kegiatan sosial kami lebih banyak berbagi ke panti-panti,” ujarnya.
Memasuki usia ke-16, KAK Melati berkomitmen mempertahankan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan. Silaturahmi dan persaudaraan pun diharapkan tetap menjadi bagian utama dari perjalanan komunitas tersebut.












