BALI (SinarHarapan.id) – Setelah mencatat kinerja keuangan yang solid pada tahun 2025 lalu, satu-satunya produsen wine yang tercatat di bursa efek Indonesia, PT Hatten Bali Tbk (IDX: WINE), membidik pertumbuhan pendapatan sebesar lima persen tahun ini. Target ini dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Annual Public Expose di Denpasar, Senin (15/6).
Pada tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, WINE mencatat pendapatan sebesar Rp286 miliar dan laba bersih sebesar Rp40 miliar. Capaian ini ditopang oleh pemulihan sektor pariwisata Indonesia yang terus berlanjut, khususnya di Bali, yang tetap menjadi pasar terpenting bagi Perseroan.
Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata, Indonesia menyambut sekitar 15,38 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2025, sementara Bali menerima 6,94 juta kedatangan wisatawan asing, yang mencakup lebih dari 45 persen dari total kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Ke depannya, Kementerian menargetkan antara 16 juta hingga 17,6 juta kedatangan wisatawan asing secara nasional pada tahun 2026.
Manajemen menilai bahwa tren ini akan menopang permintaan yang berkelanjutan di sektor perhotelan dan, pada gilirannya, saluran HoReCa inti WINE, yang menyumbang 54 persen dari total pendapatan pada FY2025. Perseroan memasuki tahun 2026 dengan landasan keuangan yang kokoh.
Per akhir tahun 2025, total ekuitas tercatat sebesar Rp338 miliar, rasio utang terhadap ekuitas membaik menjadi 34 persen, dan rasio lancar tetap sehat di angka 255 persen. Kondisi ini memposisikan Perseroan untuk dapat memanfaatkan berbagai peluang pertumbuhan.
Tahun 2026 ini, manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 5 persen yang didukung oleh serangkaian inisiatif strategis untuk memperluas jangkauan geografis Perseroan, memperkuat portofolio merek, serta memperdalam hubungan dengan pelanggan.
Salah satu prioritas utama Perseroan tahun ini adalah pembukaan Cellardoor pertamanya di Jakarta, yang direncanakan beroperasi pada akhir Juni 2026. Lokasi baru tersebut akan menjadi kehadiran langsung kepada konsumen (direct-to-consumer) bermerek pertama WINE di luar Bali, dan diharapkan dapat memperkuat visibilitas merek di salah satu pasar konsumen terbesar di Indonesia.
Perseroan juga tengah mempersiapkan peluncuran komersial sejumlah merek premium baru, termasuk Avara dan Ekko, dan yang patut dicatat, produk-produk ini telah meraih pengakuan internasional melalui berbagai penghargaan di AWC Vienna 2025, bahkan sebelum resmi memasuki pasar. Manajemen berkeyakinan bahwa peluncuran ini akan semakin memperkuat posisi premium WINE sekaligus memperluas daya tariknya di berbagai segmen konsumen.
Sejalan dengan inovasi produk, WINE terus memperluas jaringan distribusi nasionalnya. Perseroan saat ini melayani lebih dari 1.500 restoran, lebih dari 900 hotel, ratusan gerai ritel, serta jaringan sub-distributor yang terus berkembang di seluruh Indonesia. Manajemen berkeyakinan bahwa platform distribusi ini menjadi fondasi yang kuat bagi pertumbuhan Perseroan di luar Bali, sekaligus mendukung ambisi jangka panjang Perseroan untuk menjadi merek wine lokal terkemuka di Indonesia.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, para pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan oleh manajemen, meliputi pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, penetapan penggunaan laba bersih FY2025, penentuan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi untuk FY2026, serta penunjukan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2026.
Terkait penetapan penggunaan laba bersih FY2025, Perseroan mengumumkan dividen tunai sebesar Rp9.485.000.000, setara dengan Rp3,5 per saham — mencerminkan 24% dari laba bersih yang dapat didistribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar Rp39.522.555.676. Sebesar 76 persen sisanya, yakni Rp30.037.555.676, akan ditahan sebagai laba ditahan dan berdasarkan harga penutupan saham WINE sebesar Rp146, dividen yang diumumkan tersebut mencerminkan imbal hasil sekitar 2,4 persen.
Menanggapi prospek Perseroan, Ida Bagus Rai Budarsa, Direktur Utama PT Hatten Bali Tbk, menyatakan, lebih dari tiga dekade lalu, Hatten Wines didirikan dengan visi untuk membangun industri wine yang berkelanjutan dan berakar di Indonesia. “Hari ini, kami memasuki fase pertumbuhan baru. Melalui peluncuran merek-merek premium baru, pembukaan Cellardoor Jakarta, dan ekspansi jaringan distribusi yang terus berlanjut, kami membawa wine Indonesia lebih dekat kepada konsumen di seluruh penjuru negeri, sekaligus memperkuat fondasi bisnis kami untuk jangka panjang,” ungkapnya.
“Neraca keuangan kami tetap sehat, merek-merek kami terus mendapatkan pengakuan baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional, dan prospek jangka panjang untuk pariwisata serta konsumsi minuman premium di Indonesia tetap menjanjikan. Seiring langkah kami ke depan, fokus kami tetap pada pertumbuhan yang berkelanjutan, keunggulan operasional, dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya. *rah












