BALI (SinarHarapan.id) – Unit Reskrim Polsek Tembuku meringkus seorang buruh serabutan berinisial I WS (48) atas kasus pencurian perhiasan emas dan uang tunai di Desa Yangapi, Tembuku. Pelaku ditangkap setelah menggasak harta benda milik korban I Putu Eka Ardha Wiguna, dengan total kerugian mencapai Rp253 juta.
Kasi Humas Polres Bangli AKP Ketut Gede Ratwijaya Senin (27/4) mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus pencurian ini bermula dari laporan korban pada 26 April 2026. Berdasarkan laporan, aksi pencurian itu pertama kali diketahui oleh saksi Ni Wayan Ayu Liana (31) pada Rabu (22/4) saat hendak menyimpan perhiasan ke dalam lemari. Ia mendapati dompet berisi emas, dua buah celengan, serta sejumlah uang tunai telah raib. Menyadari menjadi korban pencurian, korban kemudian melapor ke Polsek Tembuku.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Opsnal Reskrim Polsek Tembuku yang dipimpin oleh IPDA I Nengah Kariawan segera melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, serta penyelidikan terhadap sejumlah orang yang dicurigai. “Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku mengarah kepada seorang pria berinisi I WS (48), seorang pekerja serabutan asal Banjar Penarukan, Desa Peninjoan, Tembuku, yang sebelumnya diketahui sempat datang ke rumah korban,” ungkap Ratwijaya.
Setelah dilakukan pemeriksaan, terduga pelaku akhirnya mengakui telah melakukan pencurian perhiasan emas dan uang milik korban. Selanjutnya, pelaku diamankan dan dibawa ke Polsek Tembuku guna proses hukum lebih lanjut.
Dalam pengungkapan kasus ini polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 buah dompet kulit berisi perhiasan emas, gelang emas seberat 50 gram, cincin emas seberat 10 gram, giwang/sumpel seberat 5 gram, kalung emas dengan total berat sekitar 40 gram, serta dua buah celengan yang ditemukan di sekitar lokasi. “Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa pelaku melakukan aksinya dengan memanfaatkan kondisi kamar yang tidak terkunci, sehingga dengan mudah mengambil barang-barang berharga milik korban,” terangnya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun. “Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Tembuku,” imbuhnya.












