BALI (SinarHarapan.id) – Gempa bumi dangkal berkekuatan magnitudo 3,8 mengguncang wilayah Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu (23/4) pagi. Pagar salah satu rumah warga di Desa Tirtasari Kecamatan Banjar dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng telah melakukan asesmen di lokasi terdampak sekaligus menyalurkan bantuan darurat kepada pemilik rumah, Made Turun, yang beralamat di Banjar Dinas Dauh Margi, Desa Tirtasari.
Adapun kerusakan yang terjadi berupa robohnya tembok batako bagian belakang rumah dengan panjang 6,5 meter dan tinggi 2,5 meter. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp7 juta. Sebagai bentuk penanganan awal, BPBD Buleleng menyerahkan bantuan darurat berupa satu lembar matras, satu paket sembako, dan satu lembar selimut.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan hingga saat ini pihaknya baru menerima satu laporan kerusakan akibat gempa tersebut. “Baru ada satu laporan kerusakan rumah yang kami terima di lapangan,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 05.34.44 WITA dengan pusat gempa di koordinat 8,21° LS dan 115,02° BT, atau sekitar 13 kilometer barat daya Buleleng, tepatnya di wilayah darat Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG menyebutkan gempa tersebut tergolong dangkal dan dipicu oleh aktivitas sesar aktif di daratan. Getaran dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Buleleng hingga Kabupaten Tabanan.
BPBD Buleleng menduga gempa tidak berkaitan dengan aktivitas lempeng besar, melainkan akibat pergerakan sesar lokal di wilayah Seririt, meski masih menunggu analisis lebih lanjut dari BMKG. Pihak BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada terhadap potensi bencana susulan serta meningkatkan kesiapsiagaan. “Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, namun selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana,” kata Suyasa.












