BaliBulelengHeadlineNetwork

Penanganan Jalan Rusak di Buleleng Dinilai Lamban

×

Penanganan Jalan Rusak di Buleleng Dinilai Lamban

Sebarkan artikel ini

Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Wayan Masdana menyoroti lambannya penanganan jalan akibat keterbatasan fiskal yang dimiliki daerah. Menurutnya, dari total ratusan kilometer jalan rusak, penanganan yang bisa dilakukan setiap tahun masih sangat terbatas.

LAMBAN – Salah satu jalan yang rusak parah di Buleleng. Anggota DPRD Buleleng menyoroti lambannya penanganan jalan rusak akibat keterbatasan fiskal yang dimiliki daerah.

BALI (SinarHarapan.id) – Kondisi jalan rusak di Kabupaten Buleleng masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah daerah. Di tengah keterbatasan anggaran, panjang jalan yang mengalami kerusakan tercatat masih sekitar 275 kilometer, sebagian di antaranya masuk kategori rusak berat. Hal tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi II DPRD Buleleng bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU-TR) Buleleng, Senin (20/4).

Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Wayan Masdana menyoroti lambannya penanganan jalan akibat keterbatasan fiskal yang dimiliki daerah. Menurutnya, dari total ratusan kilometer jalan rusak, penanganan yang bisa dilakukan setiap tahun masih sangat terbatas. Tahun lalu, perbaikan hanya mampu menjangkau sekitar 25 kilometer, sementara tahun ini diperkirakan hanya bisa menangani sekitar 30 kilometer. “Kalau kondisi ini terus berlanjut, maka untuk menyelesaikan sekitar 275 kilometer jalan rusak bisa memakan waktu hingga 10 tahun,” ujarnya.

Masdana menilai, dengan kondisi anggaran yang terbatas, pemerintah tidak bisa hanya berfokus pada pembangunan atau peningkatan jalan. Ia mendorong agar Dinas PU-TR lebih memperbanyak program pemeliharaan rutin guna mencegah kerusakan semakin parah.

Menurutnya, langkah pemeliharaan menjadi penting mengingat kerusakan ringan yang tidak segera ditangani berpotensi berkembang menjadi rusak berat. Selain itu, ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak hanya bergerak saat jalan rusak menjadi viral di media sosial.  “Jangan sampai perbaikan hanya dilakukan setelah viral. Harus ada perencanaan yang matang dan merata di semua kecamatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU-TR Buleleng, Putu Adipta Eka Putra, menjelaskan bahwa pihaknya telah memiliki pemetaan kondisi jalan di seluruh kecamatan. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan prioritas penanganan.

Ia mengungkapkan, biaya perbaikan jalan cukup besar, di mana satu kilometer jalan membutuhkan anggaran lebih dari Rp2 miliar. Hal ini menjadi salah satu kendala utama dalam percepatan perbaikan. “Prioritas kami adalah jalan rusak berat, kemudian jalan yang memiliki nilai strategis seperti penghubung antar desa dan kecamatan, serta yang menunjang sektor ekonomi dan pertanian,” jelasnya.

Dari total 275 kilometer jalan rusak, sekitar 40 persen diantaranya masuk kategori rusak berat. Kondisi ini dinilai cukup mengkhawatirkan jika tidak segera ditangani secara berkelanjutan. Untuk mengantisipasi kerusakan yang semakin meluas, Dinas PU-TR kini juga memperkuat tim pemeliharaan jalan. Dua tim khusus telah dibentuk, masing-masing untuk wilayah perkotaan dan luar kota, yang bertugas melakukan penambalan jalan setiap hari.  “Kita harapkan terobosan ini mampu memperbaiki jalan, mengurangi risiko kecelakaan, serta mencegah kerusakan kecil berkembang menjadi lebih parah,”tambahnya.