BALI (SinarHarapan.id) – Masyarakat di sekitar Jalan Kesatrian, Gianyar, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam ruang istirahat karyawan Supermarket Clandys Mart Minggu (19/4) pagi. Korban yang diketahui merupakan petugas keamanan setempat ditemukan sudah tidak bernyawa oleh rekan kerjanya.
Merespons laporan masyarakat melalui call center 110, Kapolsek Gianyar Kompol I Made Adi Suryawan, S.H., M.M., bersama anggota piket fungsi langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 06.30 WITA. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban ditemukan dalam posisi terlentang di lantai ruang istirahat saat saksi hendak memulai aktivitas kerja.
”Saksi melihat korban sudah tidak bergerak. Setelah dipanggil berulang kali namun tidak ada respons, saksi segera melaporkan kejadian tersebut hingga diteruskan ke pihak kepolisian,” ujar Kompol I Made Adi Suryawan.
Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gianyar yang tiba di lokasi segera melakukan pemeriksaan mendalam. Korban teridentifikasi berinisial A.W. (56), seorang pria yang bekerja sebagai petugas keamanan (security) di supermarket tersebut.
Dari hasil pemeriksaan medis awal di lokasi, petugas menemukan kondisi tubuh korban sudah mengalami kekakuan (rigor mortis).
Terjadi perubahan warna kulit yang mengindikasikan korban telah meninggal beberapa jam sebelum ditemukan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
Sejumlah barang pribadi milik korban yang berada di sekitar area istirahat juga telah diamankan oleh petugas sebagai bahan penyelidikan lebih lanjut. Guna memastikan penyebab pasti kematian, jenazah A.W. dievakuasi ke RSUD Sanjiwani Gianyar menggunakan ambulans.
Seizin Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma, S.H., M.H., Kapolsek Gianyar menegaskan bahwa situasi di lokasi kejadian saat ini sudah kembali kondusif. Meski pemeriksaan awal menunjukkan kematian wajar, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman.
“Kami telah menjalankan langkah-langkah sesuai prosedur, mulai dari olah TKP hingga evakuasi jenazah. Untuk sementara tidak ada tanda kekerasan, namun pendalaman tetap kami lakukan untuk memastikan penyebab pastinya,” pungkas Kompol Adi Suryawan.












