12 July 2024

SinarHarapan.id – PLN Peduli Abang Monas (Ayo Menyumbang Boneka dan Mainan untuk Penyintas) merupakan kegiatan ’employee volunteer program’ PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta. Bentuk kolaborasi, mengumpulkan mainan layak pakai untuk anak-anak yang terdampak bencana.

Penyerahan dilakukan di kantor PLN UID Jakarta Raya oleh Senior Manager Komunikasi dan Umum, Haris Andika kepada Pelaksana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji.

Dalam kesempatan terpisah, General Manager PLN UID Jakarta Raya, Lasiran mengatakan bahwa kegiatan ini diinisiasi para pegawai PLN UID Jakarta Raya melalui program ’employee volunteer program’ . Anak-anak terdampak bencana dibuat gembira dengan adanya mainan yang diberikan.

“Kami mengajak seluruh pegawai PLN yang tersebar di 18 unit untuk menyumbangkan mainan layak pakai bagi anak-anak penyintas bencana. Saya lihat sendiri, teman-teman pegawai sangat antusias ikut kegiatan ini,” ungkap Lasiran dalam keterangan tertulis Jumat (29/12/2023).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji menyampaikan apresiasi kepada PLN UID Jakarta Raya, khususnya para pegawai PLN yang ikut menyumbangkan mainan layak pakai.

“Kami berterima kasih kepada para pegawai PLN. Kami punya program namanya Abang Monas (Ayo Menyumbang Boneka dan Mainan untuk Penyintas). Jadi dalam penanganan suatu bencana, ada penanganan pasca bencana. Program ini ditujukan untuk penyintas bencana, khususnya anak-anak yang mengalami traumatik sebagai bagian dari ‘trauma healing’,” jelas Isnawa.

Lasiran menambahkan harapannya sumbangan dari pegawai PLN ini dapat berguna bagi anak-anak penyintas bencana yang akan menerima bantuan ini. Total ada 51 box kontainer yang disumbangkan melalui BPBD

“PLN menerapkan bisnis berkelanjutan yang tidak hanya mengutamakan bisnis semata, PLN peduli terhadap kemanusiaan, lingkungan, dan ekonomi kerakyatan,” pungkas Lasiran.  (non)