21 June 2024

Foto: Ilustrasi.

StockReview.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) menyatakan bahwa di tahun 2024, perusahaan akan fokus pada strategi pengembangan basis pelanggan di dalam negeri terutama pada produk emas, bijih nikel, dan bauksit.

Di tahun 2024, perseroan menargetkan produksi emas yang berasal dari tambang emas Perusahaan sebesar 958 kg (30.800 troy oz) dengan target penjualan emas pada tahun 2024 sebesar 37.354 kg (1.200.959 troy oz), meningkat 43% dari capaian penjualan unaudited emas tahun 2023 sebesar 26.129 kg (840.067 troy oz).

“Untuk mencapai target tersebut, Perusahaan terus melakukan inovasi penjualan produk-produk logam mulia serta fokus pada upaya peningkatan basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas sebagai instrumen lindung nilai,” kata Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang Tbk, Syarif Faisal Alkadrie, di Jakarta.

“Penetapan target produksi dan penjualan feronikel tahun 2024 turut memperhitungkan outlook penyerapan produk feronikel di pasar global, kondisi pasar, serta tingkat utilisasi dan kestabilan operasi pabrik feronikel ANTAM di Kolaka, Sulawesi Tenggara,” tambahnya.

Lebih lanjut Faisal menyebutkan, untuk produk bijih nikel, tahun ini Antam menargetkan total produksi bijih nikel konsolidasian yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel ANTAM dan penjualan kepada pelanggan domestik sebesar 20,58 juta wet metric ton (wmt), meningkat 53% dari capaian produksi unaudited bijih nikel tahun 2023 sebesar 13,45 juta wmt. Penjualan bijih nikel pada tahun 2024 ditargetkan mencapai 18,75 juta wmt atau meningkat 60% dari capaian penjualan unaudited bijih nikel tahun 2023 sebesar 11,71 juta wmt. Target penjualan bijih nikel tersebut seiring dengan outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel di dalam negeri.

Sementara itu, untuk komoditas bijih bauksit, Antam menargetkan volume produksi tahun 2024 sebesar 3,47 juta wmt sesuai dengan tingkat kebutuhan bauksit pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) Tayan dan proyeksi penjualan bijih bauksit kepada pelanggan pihak ketiga. Target produksi ini tumbuh sekitar 72% dibandingkan capaian produksi unaudited bijih bauksit tahun 2023 sebesar 2,01 juta wmt.

Terkait penjualan bijih bauksit, Perusahaan menargetkan tingkat penjualan sebesar 3,05 juta wmt, meningkat 103% dibandingkan capaian penjualan unaudited bijih bauksit tahun 2023 sebesar 1,50 juta wmt. Seiring dengan larangan ekspor bijih bauksit pada tahun 2023, Perusahaan berfokus dalam pengembangan penjualan bijih bauksit di pasar domestik.

“Sejalan dengan strategi ANTAM dalam mengoptimalkan operasi pabrik CGA Tayan serta meningkatkan volume penjualan produk-produk alumina, pada tahun 2024 Perusahaan melalui Entitas Anak, PT Indonesia Chemical Alumina menargetkan tingkat produksi alumina sebesar 160.000 ton alumina, relatif stabil dengan capaian produksi unaudited alumina pada tahun 2023 sebesar 160.940 ton alumina. Sedangkan, untuk penjualan alumina ditargetkan mencapai 170.000 ton alumina, meningkat 16% dari penjualan unaudited alumina tahun 2023 sebesar 146.238 ton alumina,” terangnya.

Komitmen untuk menyelesaikan proyek strategis Perusahaan

Di tahun 2024, Antam juga berfokus untuk menyelesaikan proyek strategis Perusahaan. Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Halmahera Timur, saat ini Antam sudah memasuki tahapan commisioning pada pabrik berkapasitas 13.500 TNi per tahun, yang ditandai dengan burner-on atau proses pemanasan tungku pembakaran (furnace) pada tanggal 7 Juli 2023, switch-on furnace Pabrik Feronikel Halmahera Timur yang dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2023, dan tapping metal perdana (first metal tapping) yang dilaksanakan pada tanggal 12 September 2023.

“Sebagai dukungan Antam dalam mencapai net zero emission pada tahun 2060 yang diinisiasi Pemerintah, Antam secara berkelanjutan menerapkan green energy di wilayah operasi Perusahaan,” jelas Faisal.

Sejalan dengan itu, Antam terlibat dalam pengembangan Ekosistem Electric Vehicle (EV) Battery terintegrasi di Indonesia bersama dengan mitra strategis. Keterlibatan Antam dalam proyek ini juga merupakan salah satu bentuk pengembangan bisnis Perusahaan melalui hilirisasi mineral nikel.

“Dalam hal pengembangan hilirisasi komoditas bauksit, saat ini Perusahaan terus berfokus dalam pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, yang dikembangkan bersama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium dengan kapasitas pengolahan sebesar 1 juta ton SGAR per tahun,” tutup Faisal.