HeadlineNetworkTabanan

Kapolres Tabanan Pantau Pencabutan Seng di Jatiluwih

×

Kapolres Tabanan Pantau Pencabutan Seng di Jatiluwih

Sebarkan artikel ini
Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, S.I.K., M.H memantau pencabutan seng di areal sawah Desa Jatiluwih.

BALI (SinarHarapan.id) – Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, S.I.K., M.H., turun langsung ke kawasan Warisan Dunia Jatiluwih, Kecamatan Penebel, untuk memimpin pertemuan dengan 13 pemilik akomodasi setempat sekaligus memantau pelepasan seng dan plastik hitam di area persawahan, Selasa (6/1).

Kegiatan yang berlangsung di Gong Jatiluwih Restaurant itu menjadi langkah konkret kepolisian dalam meredam dinamika yang berkembang di masyarakat agar tidak berdampak pada stabilitas keamanan dan keberlangsungan sektor pariwisata. Dalam pertemuan tersebut, Kapolres menegaskan kehadiran Polri bertujuan menjaga situasi tetap kondusif sekaligus menindaklanjuti persoalan yang sebelumnya telah dibahas bersama Bupati dan Sekda Tabanan.

“Permasalahan yang melibatkan 13 akomodasi ini harus segera diselesaikan. Pemerintah Kabupaten Tabanan bersama pihak terkait akan mencarikan solusi terbaik agar proses penyelesaian berjalan cepat, aman, dan lancar,” tegas AKBP I Putu Bayu Pati.

Ia juga menyoroti pemasangan seng dan plastik di kawasan sawah yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap citra pariwisata Jatiluwih. Untuk itu, Pemkab Tabanan disebut tengah mengupayakan solusi guna meminimalisir dampak yang muncul.

Sementara itu, Bendesa Adat Jatiluwih I Wayan Yasa menyampaikan adanya laporan masyarakat terkait pembakaran sekam padi yang sempat memicu persoalan hingga dilaporkan ke Polres Tabanan. Ia berharap pihak kepolisian dapat terus mengawal keamanan wilayah serta membantu meredam konflik agar aktivitas pariwisata tetap berjalan normal.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Tabanan memastikan akan menempuh jalur mediasi antara pihak pelapor dan terlapor. Ia juga mengimbau agar unggahan bernuansa konflik di media sosial dihapus demi mencegah permasalahan berkepanjangan. “Media sosial agar digunakan secara bijak. Mari saling menahan diri dan memaafkan, demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Perbekel Jatiluwih I Nengah Kartika mengajak seluruh masyarakat mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan kesalahpahaman. Ia menegaskan, pemerintah desa siap menjadi wadah penyelesaian persoalan sebelum berkembang lebih luas.

Usai pertemuan, petani dan dipantau langsung oleh Kapolres Tabanan bersama Perbekel dan Bendesa Adat Jatiluwih melakukan pelepasan seng di area persawahan. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menjaga keharmonisan antara masyarakat, pelaku usaha, dan petani, sekaligus memastikan Jatiluwih tetap menjadi destinasi wisata unggulan yang nyaman dan berkelanjutan.