BALI (SinarHarapan.id) – Warga Banjar Dinas Geria, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng dibuat resah akibat aksi pencurian ternak babi yang menimpa dua warga setempat. Sebanyak delapan ekor anak babi hilang dalam semalam.
Peristiwa pencurian itu dialami oleh Gede Sutama dan ayahnya, Ketut Suparta. Kasus tersebut terungkap pada jumat ( 23/1) sekitar pukul 08.30 WITA. Saat itu, korban Gede Sutama mendapati kondisi kandang babinya dalam keadaan terbuka dan sebagian anak babi berada di luar kandang.
“Setelah dicek, dari tujuh ekor anak babi milik korban, hanya tersisa dua ekor,” ungkap IPTU Yohana saat dikonfirmasi, Minggu (25/1).
Merasa curiga, korban kemudian mengecek kandang babi milik ayahnya, Ketut Suparta, yang berjarak sekitar 15 meter dari kandang miliknya. Dari hasil pengecekan tersebut diketahui tiga ekor anak babi milik Ketut Suparta juga telah hilang.
IPTU Yohana menjelaskan, diduga pelaku masuk ke pekarangan rumah melalui kebun anggur dan mengambil anak-anak babi tersebut langsung dari dalam kandang pada tengah malam.
Akibat kejadian tersebut, Gede Sutama mengalami kerugian sekitar Rp3,5 juta akibat kehilangan lima ekor anak babi. Sementara itu, Ketut Suparta mengalami kerugian sekitar Rp1,2 juta karena kehilangan tiga ekor anak babi.
Kasus pencurian ternak tersebut telah dilaporkan ke Polsek Gerokgak. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan korban dan saksi serta melakukan pendalaman di sekitar lokasi kejadian. “Penyelidikan masih terus dilakukan,” pungkas IPTU Yohana.












