Gaya HidupHeadlineNetwork

Ciputra SMG Eye Clinic Bali Luncurkan Layanan Operasi Katarak, Layani LASIK SMILE Pro

×

Ciputra SMG Eye Clinic Bali Luncurkan Layanan Operasi Katarak, Layani LASIK SMILE Pro

Sebarkan artikel ini

Memasuki tahun kedua operasionalnya di Bali, klinik ini juga menggelar program operasi katarak gratis bagi 50 warga kurang mampu serta melanjutkan layanan koreksi penglihatan menggunakan teknologi LASIK SMILE Pro.

BALI (SinarHarapan.id) – Ciputra SMG Eye Clinic Bali memperluas layanan kesehatan mata dengan menghadirkan operasi katarak berteknologi modern. Memasuki tahun kedua operasionalnya di Bali, klinik ini juga menggelar program operasi katarak gratis bagi 50 warga kurang mampu serta melanjutkan layanan koreksi penglihatan menggunakan teknologi LASIK SMILE Pro.

Peluncuran layanan operasi katarak tersebut menjadi bagian dari komitmen klinik untuk menyediakan layanan kesehatan mata yang lebih lengkap bagi masyarakat lokal, pasien domestik, maupun wisatawan mancanegara.

Dokter Spesialis Mata Ciputra SMG Eye Clinic Bali, dr. Ni Kompyang Rahayu, Sp.M (K), menjelaskan, operasi katarak dilakukan menggunakan teknik phacoemulsification yang memanfaatkan teknologi ultrasound untuk membantu menghancurkan dan mengangkat lensa mata yang keruh.

TUMPENG- General Manager of Ciputra Group, William Ciputra memberikan potongan tumpeng pertama kepada Head Doctor & Ophthalmologist, Dr. Ni Kompyang Rahayu, SP.M(K) di Ciputra SMG Eye Clinic Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (10/10).

Prosedur tersebut didukung mesin The New CENTURION® Vision System dari ALCON dan mikroskop ZEISS OPMI LUMERA 700. Teknologi ini membantu dokter melakukan tindakan secara terkontrol dengan visualisasi yang lebih detail selama operasi.

Selain operasi katarak, teknologi mikroskop tersebut juga mendukung berbagai prosedur bedah mata, termasuk Refractive Lens Exchange (RLE) dan Implantable Collamer Lens (ICL).

“Melalui layanan tambahan ini, kami berharap semakin banyak masyarakat mendapatkan penanganan katarak yang tepat dan memiliki kesempatan untuk menikmati kualitas penglihatan yang lebih baik,” ujarnya.

General Manager Ciputra Group, William Ciputra, mengatakan, pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya klinik meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan mata.

Menurutnya, perayaan satu tahun kehadiran Ciputra SMG Eye Clinic Bali tidak hanya ditandai dengan peluncuran layanan baru, tetapi juga melalui kegiatan sosial berupa operasi katarak gratis bagi 50 orang yang membutuhkan.

“Tahun ini kami tidak hanya merayakan anniversary, tetapi juga meluncurkan layanan katarak sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan mata yang lebih lengkap. Kami juga ingin memastikan kehadiran kami memberikan manfaat nyata melalui program operasi katarak gratis bagi 50 orang kurang mampu,” katanya.

LASIK SMILE Pro, Laser Delapan Detik

Di samping layanan operasi katarak, Ciputra SMG Eye Clinic Bali tetap mengembangkan layanan koreksi penglihatan menggunakan teknologi LASIK, salah satunya SMILE Pro dengan perangkat ZEISS VisuMax 800.

Dokter Spesialis Mata Ciputra SMG Eye Clinic Bali, dr. Ni Luh Made Novi Ratnasari, Sp.M, menjelaskan, teknologi SMILE Pro ditujukan terutama bagi pasien dengan gangguan penglihatan berupa rabun jauh atau miopia dan astigmatisme atau mata silinder.

Teknologi tersebut dapat menangani rabun jauh hingga minus 10 dan silinder hingga 5. Namun, kelayakan tindakan tetap ditentukan berdasarkan pemeriksaan menyeluruh dan kondisi mata setiap pasien.

Salah satu keunggulan SMILE Pro adalah proses laser yang berlangsung sekitar delapan detik per mata. Prosedur ini menggunakan teknik tanpa flap, berbeda dengan metode LASIK konvensional yang melibatkan pembuatan flap pada kornea.

Teknik tersebut memungkinkan tindakan dengan sayatan minimal. Pasien yang memenuhi kriteria dapat kembali beraktivitas relatif cepat, meskipun waktu pemulihan setiap orang dapat berbeda sesuai kondisi mata dan hasil evaluasi dokter.

PENGALAMAN – Aktor Fandy Christian menceritakan pengalamannya menjalani operasi Lasik di Ciputra SMG Eye Clinic Bali, Sanur, Denpasar, Sabtu (10/10)

Fandy Christian Rasakan Perubahan

Pengalaman menjalani LASIK juga dibagikan aktor Fandy Christian yang mengalami rabun jauh sejak duduk di bangku SMP dengan ukuran minus 3.

Ia mengaku sempat merasa khawatir sebelum menjalani prosedur tersebut. Kekhawatiran itu muncul setelah mendengar cerita sejumlah temannya mengenai sensasi yang dirasakan selama tindakan LASIK.

“Sebelumnya, beberapa teman yang sudah menjalani LASIK bercerita bahwa ada sensasi cukup perih ketika mata terkena semprotan udara,” ujarnya.

Meski demikian, keinginannya untuk melihat dengan jelas tanpa bantuan kacamata atau lensa kontak membuatnya memutuskan menjalani LASIK di Ciputra SMG Eye Clinic Bali. Sebelum tindakan, ia harus berhenti menggunakan lensa kontak selama 14 hari.

Fandy mengatakan, proses LASIK yang dijalaninya berlangsung cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit baginya. Setelah tindakan, penglihatannya sempat sedikit buram. Namun, ia kemudian merasakan perubahan ketika mulai dapat melihat dengan lebih jelas.

“Ketika sedang menonton, tiba-tiba saya menangis. Saya berpikir, saya sampai lupa kapan terakhir kali bisa melihat semuanya dengan jelas tanpa bantuan kacamata atau softlens,” tuturnya.

Menurut Fandy, pengalaman tersebut memberikan perubahan berarti dalam kesehariannya. Ia berharap pengalamannya dapat menjadi informasi bagi orang lain yang mempertimbangkan tindakan koreksi penglihatan.

Ciputra SMG Eye Clinic Bali merupakan bagian dari kemitraan Ciputra Healthcare dan Singapore Medical Group (SMG). Klinik ini menyediakan layanan kesehatan mata dengan dukungan tenaga medis profesional dan teknologi modern.

Memasuki tahun kedua operasionalnya, klinik tersebut berupaya memperluas cakupan pelayanan melalui kombinasi teknologi medis, keahlian dokter, dan program sosial. Pengembangan layanan katarak dan koreksi penglihatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan mata di Bali bagi pasien domestik maupun internasional.

Penulis: Ngr Adhi