BALI (SinarHarapan.id) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, memicu tanah longsor di Banjar Dinas Asah Tegeh, Desa Karyasari, Jumat sore (2/1). Longsoran material tanah sempat menutup total akses jalan utama warga, membuat aktivitas sehari-hari terganggu.
Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, menjelaskan, longsor terjadi pada lahan sawah yang berada tepat di tepi jalan. Material longsoran melebar hingga menutupi seluruh badan jalan. “Beruntung, akses jalan kini sudah bisa dilalui kembali sejak Sabtu (3/1). Pembersihan dilakukan cepat oleh tim gabungan TRC BPBD, Pusdalop, TNI, Polri, staf Trantib Kecamatan Pupuan, serta masyarakat setempat,” ujarnya, Minggu (4/1)
Meskipun demikian, BPBD tetap mengimbau warga untuk berhati-hati, terutama saat curah hujan tinggi bagi warga yang tinggal di wilayah rawan longsor. “Perkiraan curah hujan masih tinggi, kami himbau masyarakat tetap waspada,” ujarnya.
Sementara itu BPBD sebelumnya telah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Tabanan, termasuk banjir dan tanah longsor yang diprediksi masih akan tinggi hingga Februari 2026. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah antisipatif secara mandiri, termasuk waspada terhadap hujan deras, angin kencang, dan sambaran petir.
Warga juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon, dekat papan reklame, atau bangunan yang berpotensi roboh. Kebersihan saluran air perlu dijaga agar tidak terjadi penyumbatan yang dapat menyebabkan banjir, serta tetap menjaga kesehatan selama periode cuaca ekstrem. “Masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap dampak seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, gelombang tinggi dan cuaca ekstrem. Selalu perhatikan informasi yang valid dari instansi berwenang,” ujarnya.












