HeadlineNetworkTabanan

Akses Jalan Sangketan Dibuka, Distribusi Hasil Pertanian Warga Tabanan Diharapkan Makin Lancar

×

Akses Jalan Sangketan Dibuka, Distribusi Hasil Pertanian Warga Tabanan Diharapkan Makin Lancar

Sebarkan artikel ini

Jalur yang selama ini dinantikan warga tersebut diharapkan mempermudah mobilitas menuju fasilitas umum hingga memperlancar pengangkutan hasil pertanian.

BALI (SinarHarapan.id) – Pembukaan akses jalan di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Tabanan, menjadi langkah awal untuk memperkuat konektivitas sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat. Jalur yang selama ini dinantikan warga tersebut diharapkan mempermudah mobilitas menuju fasilitas umum hingga memperlancar pengangkutan hasil pertanian.

Pembukaan akses jalan yang menghubungkan banjar dinas Munduk Dawa, Puring, Pekandelan menuju Pura Luhur Tamba Waras dan SD N 6 Penatahan ini dilakukan melalui gotong royong masyarakat bersama Partai Demokrat, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Made Mudarta, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tabanan I Wayan Adnyana, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan I Ketut Semara Putra, Ketua PAC Demokrat Penebel I Made Suka Wijaya, Perbekel Desa Sangketan I Nyoman Sugiarta, serta sejumlah kader Demokrat.

Made Mudarta mengapresiasi masyarakat, khususnya para pemilik lahan, yang secara sukarela menyerahkan sebagian tanahnya untuk dijadikan fasilitas umum.

Menurutnya, kesediaan warga tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kepentingan bersama.

“Terima kasih semeton tiang sareng-sareng ring Desa Sangketan, utamanya yang memiliki tanah di sini, yang sudah bersedia sebagian tanahnya untuk fasilitas umum. Artinya, semeton tiang di sini sudah berjiwa negarawan, mengutamakan kepentingan umum. Ini luar biasa,” ujar Mudarta.

Mudarta mengatakan, keberadaan jalan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran transportasi. Infrastruktur tersebut juga menjadi penghubung masyarakat dengan berbagai fasilitas publik dan pusat aktivitas ekonomi.

Akses jalan yang lebih baik, lanjut dia, akan memudahkan warga menuju fasilitas pendidikan, Posyandu, Puskesmas, sekaligus menghubungkan antarbanjar adat.

Selain itu, jalan tersebut dinilai strategis bagi sektor pertanian karena dapat menjadi jalur distribusi hasil produksi masyarakat. Komoditas seperti kelapa dan pisang akan lebih mudah diangkut menuju pasar sehingga biaya transportasi dapat ditekan.

“Fungsi jalan itu sangat-sangat vital. Untuk akses ke fasilitas umum, baik pendidikan, Posyandu, Puskesmas, menghubungkan dari banjar adat ke banjar adat yang lain, begitu juga jalur logistik,” jelasnya.

Partai Demokrat, kata Mudarta, akan ikut mendorong pembangunan akses tersebut secara bertahap. Tahap awal diarahkan pada pembentukan badan jalan agar ke depan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Demokrat sangat terketuk hatinya untuk ikut membantu semeton tiang sareng-sareng di sini, di Desa Sangketan, agar badan jalannya juga terbentuk dulu. Ini secara bertahap, karena ini untuk masa depan,” katanya.

Sudah Digunakan Sejak Zaman Leluhur

Ketua PAC Demokrat Penebel I Made Suka Wijaya mengatakan akses tersebut bukan jalur baru bagi masyarakat. Secara historis, kawasan itu telah digunakan warga sejak zaman leluhur, meski belum pernah berkembang menjadi akses jalan yang memadai.

“Kita melihat bahwa jalan ini sesungguhnya sudah dari zaman leluhur mau dibuka, tapi tidak pernah jadi. Jalan ini sudah sering dilewati, baik secara perorangan, kelompok, dan untuk duka pun, mengantar atau memikul mayat kemarin sudah pernah lewat ini,” ungkapnya.

Menurutnya, pembukaan jalan akhirnya dapat dilakukan berkat dukungan masyarakat dan berbagai pihak. Terutama para pemilik lahan yang bersedia melepaskan sebagian tanahnya untuk kepentingan umum.

“Karena dukungan teman-teman di Demokrat juga, hari ini jalan ini bisa terwujud. Juga peran serta masyarakat semua, terutama teman-teman masyarakat yang punya tanahnya yang sudah rela untuk dilepaskan dijadikan jalan,” ujarnya.

Infrastruktur Jadi Kebutuhan Prioritas

Perbekel Desa Sangketan I Nyoman Sugiarta menyebut pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, masih menjadi salah satu kebutuhan prioritas desa.

Ia mengatakan masih terdapat sejumlah ruas jalan desa maupun jalan kabupaten yang membutuhkan perhatian. Kondisi infrastruktur yang belum memadai berpotensi menghambat mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.

“Ini tahap pertama, harus kita syukuri bersama. Sekali lagi terima kasih semua pihak yang sudah berkontribusi, melakukan upaya-upaya, walaupun ini langkah awal,” kata Sugiarta.

Ia berharap pembangunan akses jalan di Sangketan terus mendapat dukungan dan pendampingan dari berbagai pihak sehingga kebutuhan infrastruktur masyarakat dapat diperjuangkan secara berkelanjutan.

“Desa Sangketan prioritas kebutuhan kami adalah infrastruktur. Ini jalan desa,” ujarnya.

Pembukaan akses jalan tersebut menjadi langkah awal memperkuat konektivitas di Desa Sangketan. Selain mendukung mobilitas warga dan akses ke fasilitas publik, keberadaan jalan diharapkan mampu menekan biaya angkut hasil pertanian dan membuka pergerakan ekonomi masyarakat yang lebih luas.