EkonomiHeadlineNetwork

Sinergi Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Pangan dan Stabilitas Inflasi Balinusra

×

Sinergi Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Pangan dan Stabilitas Inflasi Balinusra

Sebarkan artikel ini

BALI (SinarHarapan.id) – Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah daerah di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat sinergi untuk menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi melalui penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dalam rangkaian Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Balinusra 2026 yang digelar di Subak Jatiluwih, Tabanan, pada 27 Juli 2026.

Sejumlah kerja sama strategis dikukuhkan, di antaranya, Perumda Mangu Giri Sedana Badung bekerja sama dengan Perumda Swatantra Buleleng, Perumda Swakadarma Denpasar, dan Rumah Tani Nusantara untuk memperkuat pasokan pangan di Bali.

Di NTB, Kelompok Tani Beriuk Geger bermitra dengan Bale Bawang Mataram untuk komoditas bawang putih. Di NTT, PEPSI NTT, HP2SK NTT, dan HKTI Kepulauan Riau memperkuat distribusi pangan.

Sebagai bagian dari penguatan distribusi pangan, dilakukan pelepasan distribusi 2.000 kilogram beras SPHP dan MinyaKita oleh Bulog Bali ke pasar tradisional dan Rumah Pangan Kita (RPK). Selain itu, BOS Fresh menyalurkan cabai merah, bawang merah, dan sayuran ke sektor hotel, restoran, dan kafe di Badung dan Denpasar.

GPIPS Balinusra 2026 juga mendorong pengembangan sektor pertanian melalui riset budidaya bawang putih, kerja sama penyerapan beras, serta program urban farming cabai bagi pelajar SMA di Kota Kupang. Kolaborasi ini diharapkan meningkatkan produktivitas, memperkuat kepastian pasar bagi petani, dan melibatkan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan.

Untuk memperkuat komunikasi kebijakan, Bank Indonesia menggandeng berbagai pihak termasuk Chef Juna dalam kampanye diversifikasi pangan dan Gerakan Bangga Pangan Lokal guna meningkatkan konsumsi komoditas lokal dan mendukung pengendalian inflasi.

Asisten Gubernur Bank Indonesia Rudy B. Hutabarat menegaskan, sinergi antarpemangku kepentingan, penguatan KAD, dan kolaborasi lintas sektor menjadi strategi utama menjaga ketersediaan pangan, menekan inflasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.