BulelengHeadlineNetwork

Lansia di Buleleng Jadi Korban Penipuan Oleh Wanita Tak Dikenal

×

Lansia di Buleleng Jadi Korban Penipuan Oleh Wanita Tak Dikenal

Sebarkan artikel ini

Dalam rekaman CCTV berdurasi singkat, korban terlihat datang bersama seorang perempuan yang mengenakan pakaian hijau-putih, berkacamata, serta menggunakan masker.

CCTV - Rekaman CCTV saat korban dan pelaku sedang bertransaksi di Bank.

BALI (SinarHarapan.id) – Seorang lansia di Buleleng, Nyo Ing Hong (83), diduga menjadi korban penipuan oleh wanita tak dikenal hingga kehilangan uang tunai Rp80 juta dan perhiasan emas. Aksi tersebut diduga terjadi saat korban melakukan transaksi ke bank. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (27/4) sekitar pukul 11.46 Wita dan sempat terekam kamera pengawas (CCTV) di  BPR Indra Singaraja. Dalam rekaman berdurasi singkat, korban terlihat datang bersama seorang perempuan yang mengenakan pakaian hijau-putih, berkacamata, serta menggunakan masker.

Perempuan tersebut tampak membantu korban menaiki tangga dan membukakan pintu menuju bank. Keduanya kemudian menuju meja teller untuk melakukan transaksi penarikan uang. Usai itu, terduga pelaku langsung mengantar ke teller bank. Di sana, petugas bank terlihat memproses penarikan dana milik korban. Buku tabungan diserahkan, uang dihitung menggunakan mesin, dan selanjutnya diberikan kepada korban. Usai transaksi, petugas bank sempat meminta izin untuk mengambil foto nasabah sebagai bagian dari prosedur.

Perempuan yang mendampingi korban awalnya terlihat menjaga jarak. Namun, saat diminta oleh petugas, ia mendekat dan sempat membuka masker untuk proses pengambilan foto, sebelum akhirnya kembali mengenakan masker dan meninggalkan lokasi bersama korban.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Buleleng pada Kamis (30/4). Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana penipuan dengan modus hipnotis. Kanit 1 Satreskrim Polres Buleleng, Iptu I Ketut Yulio Saputra, Jumat (1/5), mengungkapkan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

Berdasarkan keterangan korban, ia mengaku tidak menyadari secara jelas rangkaian kejadian yang dialaminya. “Dugaan kami memang dari korban merasa tidak melakukan apa-apa, jadi semacam hipnotis,” ujarnya.

Dari kronologi yang dihimpun, sebelum kejadian korban sempat berbelanja di salah satu toko optik di wilayah Kelurahan Kampung Baru. Tidak lama kemudian, datang seorang wanita yang diduga pelaku, menyapa korban, dan melakukan bujuk rayu hingga akhirnya korban mengikuti pelaku, termasuk menuju bank untuk melakukan penarikan uang.

Akibat kejadian tersebut, korban tidak hanya kehilangan uang tunai sebesar Rp80 juta, tetapi juga sejumlah perhiasan emas yang hingga kini masih didalami rinciannya oleh pihak kepolisian. Polisi juga tengah menelusuri identitas perempuan yang terekam dalam CCTV. Dugaan sementara, aksi tersebut tidak dilakukan seorang diri, melainkan melibatkan lebih dari satu orang. “Pelaku masih kita dalami karena kemungkinan ini ada sindikat, lebih dari satu orang,” imbuhnya.