BaliGaya HidupHeadlineNetwork

Reload Sanctuary Bali Hadirkan Konsep Gym Terintegrasi Wellness Bergaya Premium

×

Reload Sanctuary Bali Hadirkan Konsep Gym Terintegrasi Wellness Bergaya Premium

Sebarkan artikel ini

Reload Sanctuary Bali menghadirkan berbagai fasilitas yang mengintegrasikan pelatihan performa tinggi, layanan pemulihan, nutrisi terkurasi, hingga program komunitas dalam satu ekosistem.

BALI (SinarHarapan.id) – LDS Group menghadirkan Reload Sanctuary Bali, di Canggu Badung, yang menawarkan konsep gym yang terintegrasi bergaya premium. Kehadiran fasilitas ini menandai langkah baru dalam perkembangan sektor gaya hidup premium di Indonesia, khususnya di Bali yang dikenal sebagai pusat kebugaran dan wellness dunia.

Reload Sanctuary Bali tak hanya menghadirkan pusat kebugaran biasa, tetapi dirancang sebagai tempat perlindungan kebugaran terintegrasi yang menggabungkan pelatihan, pemulihan, arsitektur, nutrisi, serta komunitas dalam satu ruang yang terkonsep.

Pendiri LDS Group, Lal De Silva, dikenal konsisten membangun berbagai merek gaya hidup yang memadukan keunggulan operasional dengan aksesibilitas premium. Melalui LDS Group, ia sebelumnya mengembangkan sejumlah brand seperti The Harvest dan MIDAZ.

“Reload lahir dari filosofi yang sama seperti brand-brand kami sebelumnya, yakni disiplin, kualitas, dan pengalaman. Nilai-nilai itu kami terjemahkan ke dalam industri kebugaran melalui konsep yang lebih menyeluruh,” ujar Lal De Silva.

Konsep Reload pertama kali hadir di Jakarta sebagai pusat pelatihan performa tinggi yang menekankan struktur latihan, akuntabilitas, serta hasil yang terukur. Dalam waktu singkat, konsep tersebut mendapat perhatian dari kalangan profesional, pengusaha, hingga atlet.

Pengembangan Reload ke Bali bermula dari diskusi strategis antara Lal De Silva dan Nicolas, yang kini menjabat sebagai CEO Reload Sanctuary Bali. Mereka melihat peluang besar untuk mengembangkan konsep gym menjadi destinasi wellness yang lebih imersif di Bali.

“Bali memiliki posisi global sebagai pusat gaya hidup sehat dan kebugaran. Kami ingin menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar gym, yaitu sebuah sanctuary yang mendukung performa sekaligus keseimbangan hidup,” kata Nicolas.

Ia juga memimpin langsung proses pengembangan proyek, mulai dari pencarian lahan, pembangunan fasilitas, hingga penyusunan tim multidisiplin untuk memastikan operasional berjalan sesuai visi merek. Ke depan, Reload Sanctuary juga disebut memiliki rencana ekspansi ke berbagai negara di Asia.

Dalam menghadirkan identitas ruang yang unik, LDS Group menggandeng arsitek ternama Indonesia, Andra Matin, yang dikenal dengan pendekatan desain minimalis dan kontekstual. Bangunan Reload Sanctuary dirancang bukan sebagai pusat kebugaran konvensional, melainkan sebagai ruang yang terasa tenang, membumi, dan selaras dengan lingkungan sekitar.

Material seperti beton ekspos, batu alam, kayu hangat, serta pencahayaan alami dipilih untuk menciptakan suasana yang menenangkan namun tetap kuat secara visual. “Bangunan ini dirancang sebagai respons terhadap gerakan tubuh dan lingkungan. Kami ingin menciptakan ruang yang menyeimbangkan kekuatan dengan ketenangan,” ungkap Andra Matin.

Reload Sanctuary Bali menghadirkan berbagai fasilitas yang mengintegrasikan pelatihan performa tinggi, layanan pemulihan, nutrisi terkurasi, hingga program komunitas dalam satu ekosistem. Konsep ini ditujukan bagi individu yang tidak hanya fokus pada latihan, tetapi juga memahami pentingnya pemulihan dan keseimbangan hidup.

Dengan pembukaan di Bali, Reload Sanctuary menjadi tonggak strategis bagi LDS Group dalam memperluas portofolio bisnisnya dari sektor perhotelan dan gaya hidup menuju kategori performa holistik yang semakin berkembang.