Otomotif

Suzuki Memulai Ekspor Suzuki Fronx dan Suzuki Satria untuk Pasar Asia Tenggara

×

Suzuki Memulai Ekspor Suzuki Fronx dan Suzuki Satria untuk Pasar Asia Tenggara

Sebarkan artikel ini
Dengan TKDN Tinggi, Suzuki Pacu Ekspor Fronx dan Satria ke Pasar Regional.(Doc)
Dengan TKDN Tinggi, Suzuki Pacu Ekspor Fronx dan Satria ke Pasar Regional.(Doc)

SinarHarapan.id-PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) secara resmi memulai ekspor perdana dua model andalannya, Suzuki Fronx dan Suzuki Satria. Perusahaan menggelar seremoni pelepasan unit pertama dari Plant Cikarang, Bekasi. Langkah ini menegaskan posisi Indonesia sebagai basis produksi utama untuk pasar Asia Tenggara.

Presiden Direktur SIM, Minoru Amano, menyatakan ekspor ini sebagai bukti kesiapan Indonesia di kancah internasional. “Kami memproduksi kendaraan berstandar global yang mampu menyesuaikan regulasi negara tujuan,” tegas Amano. Ia menegaskan komitmen Suzuki menjadikan Indonesia basis produksi strategis.(18/11)

Lanjutkan Tradisi Ekspor Sejak 1993, Suzuki Pacu Produk Baru ke Asia Tenggara.(Doc)
Lanjutkan Tradisi Ekspor Sejak 1993, Suzuki Pacu Produk Baru ke Asia Tenggara.(Doc)

Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza hadir langsung memberikan dukungan penuh pemerintah. Kehadirannya mempertegas sinergi kuat antara regulator dengan pelaku industri otomotif. Suzuki memanfaatkan momen ini untuk menunjukkan kapabilitas dan daya saing produknya.

Baca juga : New XL7 Hybrid Alpha Kuro Meluncur, Suzuki Tawarkan Varian Paling Mewah

Suzuki memproyeksikan angka ekspor yang ambisius untuk kedua model ini. Perusahaan menargetkan pengiriman 30.000 unit Fronx dan 150.000 unit Satria hingga tahun 2027. Target ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi devisa negara.

Berdasarkan kalkulasi internal, Fronx diproyeksikan menyumbang 30% terhadap total ekspor mobil Suzuki. Sementara Satria diharapkan berkontribusi hingga 60% untuk ekspor sepeda motor. Kedua model ini menjadi andalan Suzuki dalam ekspansi pasar regional.

Kawasan Asia Tenggara menjadi destinasi utama untuk tahap awal ekspor. Suzuki memposisikan Fronx untuk menjawab tren SUV global yang terus bertumbuh. Sedangkan Satria diandalkan untuk memenuhi pasar sepeda motor performa tinggi.

Yang membanggakan, kedua produk ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi. Fronx mencapai 63% dan Satria menyentuh angka 82%. Angka ini membuktikan kesiapan rantai pasok lokal dalam mendukung produksi untuk ekspor.

Minoru Amano kembali menegaskan komitmen investasi dan ekspor Suzuki jangka panjang. “Setiap unit yang kami kirim merepresentasikan kompetensi industri dan kualitas tenaga kerja Indonesia,” tutupnya. Ekspor ini diharapkan memberi manfaat ekonomi berlipat bagi pemasok lokal dan nasional.

Suzuki telah konsisten menjalankan bisnis ekspor sejak tahun 1993 silam. Perusahaan memulai dengan model Carry Futura dan RC100. Hingga kini, Suzuki telah mengekspor lebih dari 0,8 juta mobil dan 1,5 juta sepeda motor ke lebih dari 100 negara.

Untuk mendukung aktivitas ekspor, Suzuki mengoperasikan fasilitas produksi berteknologi mutakhir di Cikarang dan Tambun. Perusahaan telah menanamkan investasi lebih dari Rp 22 triliun. Suzuki juga melengkapi fasilitas dengan proses produksi yang terintegrasi secara lengkap.