BaliHeadlineNetwork

90 Persen Lulusan Elizabeth International Sudah Bekerja Sebelum Wisuda

×

90 Persen Lulusan Elizabeth International Sudah Bekerja Sebelum Wisuda

Sebarkan artikel ini

Tingginya serapan tersebut menjadi salah satu indikator kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, khususnya sektor perhotelan dan pariwisata.

BALI (SinarHarapan.id) – Sebanyak 90 persen dari 1.191 lulusan Elizabeth International telah terserap di industri hospitality sebelum mengikuti wisuda ke-17 pada Jumat (9/10). Tingginya serapan tersebut menjadi salah satu indikator kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, khususnya sektor perhotelan dan pariwisata.

Direktur Elizabeth International, Putu Sri Budani, mengatakan, capaian tersebut didukung sistem pembelajaran yang mengutamakan praktik. Sebagai lembaga pelatihan kerja, Elizabeth International menerapkan komposisi pembelajaran sekitar 30 persen teori dan 70 persen praktik.

“Pembelajaran diarahkan untuk membentuk lulusan yang memiliki keterampilan, pengetahuan, dan sikap profesional sesuai kebutuhan industri,” ujarnya didampingi Ketua Panitia Wisuda sekaligus Director of F&B Service Elizabeth International, Putu Prayudhantara Wijaya Kusuma.

Direktur Elizabeth International, Putu Sri Budani didampingi Ketua Panitia Wisuda sekaligus Director of F&B Service Elizabeth International, Putu Prayudhantara Wijaya Kusuma.

Wisuda XVII mengusung tema Professional Excellence – Growing with Integrity, Elevating Competence. Tema ini menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, dan peningkatan kompetensi bagi lulusan yang akan berkarier di industri hospitality nasional maupun internasional.

Selain mempersiapkan lulusan untuk bekerja, Elizabeth International mendorong pengembangan jiwa kewirausahaan. Sejumlah peserta program pastry dan culinary bahkan telah merintis usaha dengan menjual produk yang dihasilkan selama masa pembelajaran.

Dari total 1.191 wisudawan, sembilan orang mengikuti prosesi secara daring karena telah bekerja di luar negeri, antara lain di Maladewa, Bulgaria, Thailand, dan Amerika Serikat.

Ketua Panitia Wisuda Putu Prayudhantara Wijaya Kusuma mengatakan, jumlah lulusan tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 1.040 orang.

Wisuda kali ini meluluskan peserta dari sejumlah program pendidikan. Program satu tahun terdiri atas F&B Service sebanyak 424 orang, Room Division 172 orang, Culinary 198 orang, serta Hotel Digital Marketing 19 orang.

Sementara itu, program dua tahun Hotel Supervision Management meluluskan 54 orang. Terdapat pula dua lulusan program internasional Hotel Tourism Management dan tiga lulusan program Sarjana Plus yang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Bisnis Runata.

Perkuat Sertifikasi Internasional

Untuk meningkatkan daya saing lulusan, Elizabeth International mulai membekali peserta didik dengan sertifikasi profesi internasional dari American Hotel & Lodging Educational Institute (AHLEI), Amerika Serikat, pada tahun ajaran 2026. Lembaga ini juga memasuki tahun keenam pengakuannya sebagai Global Academic Partner AHLEI.

Pembelajaran turut dirancang agar peserta memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola kegiatan industri. Mahasiswa program dua tahun Hotel Supervision Management dan Hotel Management, misalnya, diwajibkan menyelenggarakan acara sebagai bagian dari tugas akhir.

Salah satu penerapannya melalui Ezzy Run 2026 yang digelar pada Agustus lalu dan diikuti 2.270 peserta. Kegiatan tersebut menjadi sarana mahasiswa mempraktikkan manajemen acara, operasional, kepemimpinan tim, dan pelayanan.

Wisuda tahun ini juga menandai 17 tahun perjalanan Elizabeth International. Prosesi tersebut sekaligus menjadi momentum mengenang lima tahun wafatnya pendiri lembaga, Coach Nyoman Sukadana, pada 9 Oktober 2021.

Putu Sri Budani mengatakan, salah satu warisan pendiri adalah konsep Rumah Transformasi, yakni ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan karakter agar menjadi tenaga profesional yang berintegritas. Pendiri Elizabeth International juga menggagas Bali International Career Expo dengan tagline Sugih Mulih, yang bermakna memperkaya diri dengan ilmu dan pengalaman untuk kemudian berkontribusi bagi Bali dan Indonesia.

Kadisnaker ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan

Integritas Jadi Bekal Bekerja

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan, menegaskan, lembaga pelatihan kerja tidak cukup hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis. Integritas, disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab juga harus menjadi bagian dari proses pendidikan.

Menurutnya, kompetensi dan karakter menjadi bekal penting bagi tenaga kerja yang ingin berkarier, termasuk di luar negeri. Perusahaan tidak hanya mempertimbangkan kemampuan teknis dan komunikasi, tetapi juga sikap calon pekerja dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Ia juga mengingatkan calon pekerja yang ingin berkarier di luar negeri agar mengikuti prosedur penempatan resmi. Legalitas keberangkatan dan kepastian perlindungan tenaga kerja perlu dipastikan untuk menghindari persoalan ketika pekerja menghadapi masalah selama bekerja.

“Tawaran penghasilan besar jangan sampai membuat calon pekerja mengabaikan legalitas dan keselamatan. Edukasi mengenai prosedur penempatan, perlindungan tenaga kerja, serta jaminan sosial ketenagakerjaan harus terus diperkuat,” ujarnya.

Setiawan menambahkan, peluang kerja di dalam negeri juga perlu mendapat perhatian. Tidak semua tenaga kerja harus bekerja ke luar negeri sehingga lembaga pelatihan diharapkan mampu mempersiapkan lulusan untuk memenuhi kebutuhan industri di berbagai wilayah.

Melalui penguatan keterampilan, sertifikasi, dan karakter, lembaga pelatihan diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja yang kompeten sekaligus berintegritas untuk mendukung kebutuhan industri pariwisata dan hospitality.